Roy Marten: Saya pernah pakai narkoba sama polisi, jaksa dan hakim

Selasa, 20 Oktober 2015 17:46 Reporter : Dede Rosyadi
Roy Marten: Saya pernah pakai narkoba sama polisi, jaksa dan hakim roy marten. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia kini darurat narkoba jika melihat banyaknya pengguna barang haram itu di Tanah Air. Bahaya narkoba juga tak melihat latar belakang korbannya. Masyarakat kecil, pengusaha, artis, politisi, aparat penegak hukum hingga pejabat bisa terjerumus ke dalam barang haram ini.

‎Salah satunya yang pernah dialami anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Roy Marten. Artis papan atas ini menceritakan kisahnya ketika dirinya masih terjebak dalam gelapnya narkoba.

Saat itu Roy mengaku baru mengenal ekstasi dari salah seorang temannya.‎ Pil haram itu disebut-sebut mampu menunjang kinerjanya yang sangat padat saat masih aktif di dunia hiburan.

"Tahun 1995 mulai muncul ekstasi. Temen-temen bilang, Roy coba kamu pakai. Saat itu Undang-undangnya belum ada. Kebutuhannya sebatas untuk kerja," ‎ujar Roy dalam sebuah seminar 'Semangat Sumpah Pemuda di Tengah Negara Darurat Narkoba, Peran dan Solusi Partai Demokrat', di DPP Partai Demokrat, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).

Namun, Roy Marten sadar jika barang yang dikonsumsinya itu tidak baik untuk kesehatan dirinya. Namun setiap kali berusaha untuk berhenti, godaan setan selalu datang dari orang-orang di sekitarnya.

"Setiap saya berdoa, saya menangis. Tuhan lepaskan ini. Begitu saya aminin, ditelepon teman 'Roy ada barang baru'. Ini karena pergaulan," kenang Roy.

‎Ayah pesinetron Gading Marten ini menuturkan‎, penjara bukan solusi terbaik bagi korban narkoba. Karena di tempat tersebut, narkoba justru lebih mudah didapatkan. Karena itu, dia setuju jika Indonesia saat ini memang benar-benar darurat narkoba.

‎"Saya pernah pakai dengan polisi, komandan, pernah pakai di DPR, pernah pakai dengan jaksa dan hakim. Di DKI, pejabat banyak sekali. Semua kalangan, pengacara juga luar biasa. Kalau BNN bilang 5,2 juta (pemakai narkoba), saya kira lebih dari itu," tandas Roy.

Terkait adanya beberapa narkoba jenis baru, Roy meminta pemerintah segera membuat regulasinya. Dia berharap dengan adanya undang-undang yang jelas, maka masyarakat akan tahu bahaya zat-zat haram tersebut.

"‎Saya dengar katanya ada musik yang suggest seperti narkoba. Dan BNN tidak bisa menangkap (penggunanya) karena belum masuk dalam UU. Sekali lagi saya katakan, jangan. Maka saya minta ke teman-teman BNN, segera umumkan, kasih UU-nya. ‎Karena banyak yang tidak niat pakai narkoba tapi kena. Karena tidak ada UU-nya," tutupnya. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. Polisi Narkoba
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini