Ridwan Kamil Minta Bupati dan BPBD Selesaikan Banjir Bandang di Kabupaten Bandung

Minggu, 10 Februari 2019 14:03 Reporter : Dedi Rahmadi
Ridwan Kamil Minta Bupati dan BPBD Selesaikan Banjir Bandang di Kabupaten Bandung ridwan kamil kunjungi gereja di malam natal. ©2018 Merdeka.com/aksara bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil berduka atas musibah banjir bandang yang terjadi di Komplek Pasir Jatienda, Dusun Pasir Jati RT 04/RW 06, Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (9/2) malam.

"Yang terkena kalau tidak salah sekitar 12 rumah ya dan mudah-mudahan tidak banyak yang terkendala, ada tiga yang meninggal kita turut berduka cita dan prihatin," ujar Gubernur Emil, di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung, Minggu.

Pihaknya telah meminta Bupati dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung untuk melakukan tanggap darurat ke lokasi bencana banjir bandang tersebut.

"Saya harap Pemkab melalui BPBD Kabupaten Bandung bisa segera dalam menyelesaikan masalah pasca kejadian waktu dekat ini dan situasi di sana kembali menjadi normal," kata dia.

Orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat ini berpesan agar warga Jawa Barat khususnya yang berada di daerah rawan bencana alam untuk selalu waspada selama musim hujan ini.

Sebelumnya, sebanyak tiga orang warga tewas akibat diterjang banjir bandang yang terjadi di Komplek Pasir Jatienda, Dusun Pasir Jati RT 04/RW 06, Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (9/2) malam.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu di Bandung, Minggu menyebutkan ketiga orang warga yang meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Bandung tersebut Firdasari (35), Nuraini (25) dan Rauvan (17 bulan).

Selain itu, lanjut Budi, sebanyak tiga orang juga mengalami luka-luka akibat kejadian bencana alam ini yakni Kiki (12) mengalami luka berat, Nisa (14) mengalami luka ringan dan Ajay (45) mengalami luka ringan.

Budi menjelaskan banjir di lokasi tersebut terjadi pada hari Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Banjir tersebut, lanjut dia, diakibatkan intensitas hujan deras, sehingga sungai di kawasan Jatiendah meluap sehingga tak bisa menampung debit air sungai tersebut.

Banjir juga telah mengakibatkan dua unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini