Lereng Ciremai Terbakar, Pemadaman Terkendala Medan

Kebakaran melanda lereng TNGC di Kuningan sejak Rabu malam. Medan curam menyulitkan tim. Pemkab Kuningan mengupayakan dukungan udara. Ini penjelasannya.

Muhamad Agil Aliansyah
Lereng Ciremai Terbakar, Pemadaman Terkendala Medan
Kebakaran Gunung Ceremai. (foto antara).

Medan terjal dan berbatu menyulitkan upaya pemadaman kebakaran hutan di lereng Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Gunung Ciremai kebakaran sejak Rabu (21/10) malam, dengan tim gabungan dikerahkan ke lokasi.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyebut penguatan personel melibatkan TNI, Polri, BPBD, Perhutani, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat peduli api, serta tambahan personel dari Kabupaten Majalengka dan Cirebon, dikutip dari Antara.

"Kalau api sudah menjalar ke lereng-lereng yang terjal dan berbatu, proses pemadaman melalui jalur darat akan sangat sulit dan berbahaya," kata Dian di Kuningan, Kamis (22/10), dikutip Antara.

Kendala Pemadaman Saat Gunung Ciremai Kebakaran

Dian menyebut medan yang curam dan berbatu menjadi hambatan utama petugas untuk menjangkau titik api. Selain itu, vegetasi yang mengering serta embusan angin mempercepat perambatan api di kawasan tersebut.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Kuningan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengupayakan dukungan helikopter melalui metode water bombing, guna menjangkau titik api yang sulit dicapai personel darat.

"Mereka berjuang di sana tanpa mengenal waktu, siang dan malam selama dua hari terakhir. Karena itu, provinsi memberikan insentif sebagai bentuk stimulus," ujar Dian.

Tambahan personel akan ditempatkan di posko penanganan dengan sistem penjagaan bergiliran agar operasi pengendalian api dapat berlangsung berkesinambungan.

Selain memperkuat operasi pemadaman, pemerintah daerah menyiapkan tim medis dari puskesmas terdekat untuk memantau kondisi kesehatan petugas gabungan dan relawan yang masih bertugas di kawasan lereng.

Dian juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan maupun tindakan lain yang berpotensi memicu kebakaran selama kondisi cuaca masih kering.

"Kami kembali menghimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan dan mewaspadai puntung rokok. Pohon-pohon dan rumput di sepanjang jalur pendakian saat ini sangat kering sehingga mudah tersulut, terlebih ketika angin bertiup," kata Dian.

Hingga Kamis (22/10/2026) petang, upaya pengendalian masih berlangsung melalui pemadaman darat dan pembuatan sekat bakar untuk membatasi pergerakan api. Luasan terdampak berkembang dari perkiraan sekitar lima hektare menjadi puluhan hektare.

Rekomendasi