Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Kobaran api yang terus meluas kini terpantau semakin mendekati kawasan permukiman penduduk, dengan jarak terdekat diperkirakan sekitar dua kilometer.
Kondisi tersebut membuat petugas gabungan terus meningkatkan pemantauan sekaligus melakukan upaya pemadaman melalui jalur darat untuk mencegah penyebaran api ke wilayah yang lebih luas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi sejak Jumat (16/10), tepatnya di kawasan Gunung Ringgit yang merupakan bagian dari kompleks pegunungan Arjuno-Welirang.
Hingga Selasa (20/10), sejumlah titik panas masih terdeteksi berdasarkan hasil pemantauan melalui sistem informasi kebakaran hutan dan lahan SiPongi.
"Berdasarkan pantauan dari radar Sipongi saat ini di wilayah Arjuno-Welirang masih terdapat titik api," kata Satriyo saat dikonfirmasi, Selasa (20/10).
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378385/original/052359400_1792504449-IMG-20261020-WA0008.jpg)
Menurut Satriyo, posisi kebakaran saat ini cukup dekat dengan kawasan hunian masyarakat. Jarak antara titik api dan permukiman diperkirakan berkisar dua hingga tiga kilometer.
Kendati demikian, kebakaran tersebut sejauh ini belum menimbulkan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak masih dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Jarak titik api dari permukiman warga sekitar 2–3 km dan aktivitas masyarakat sekitar tidak terdampak secara langsung," ucapnya.
Untuk mengendalikan kebakaran, sejumlah unsur diterjunkan dalam operasi penanganan di lapangan. Mereka terdiri atas BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Pasuruan, Tim Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Perhutani, LPHD Lokajaya Binangun, serta sejumlah relawan.
Petugas gabungan melakukan pemadaman melalui akses darat dengan menyesuaikan kondisi medan di sekitar lokasi kebakaran.
"Tim gabungan melakukan penanganan jalur darat," ujar Satriyo.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378386/original/071796600_1792504449-IMG-20261020-WA0007.jpg)
Selain melakukan penanganan langsung, BPBD Jawa Timur bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Pasuruan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan titik api.
Sementara itu, luas kawasan hutan dan lahan yang hangus terbakar belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan pendataan untuk mengetahui total area terdampak.
Satriyo memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban akibat kebakaran tersebut.
Adapun sumber api yang memicu kebakaran di kawasan Gunung Ringgit masih belum diketahui. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab peristiwa tersebut.
"Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan," pungkasnya.
Advertisement

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378384/original/035257300_1792504449-IMG-20261020-WA0010.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378391/original/064731100_1792505304-IMG_5241.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378393/original/087814300_1792505402-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_19.15.08.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378268/original/048579200_1792495109-KMP_Batu_Mandi_terbakar_di_perairan_Merak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378373/original/052323600_1792502373-IMG_5196.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378369/original/061253000_1792502133-IMG_5930.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378388/original/026226600_1792504672-Screenshot_20261020-143837_Gallery.jpg)