Nelayan Hilang Usai Perahu Terbalik di Labuhan Jukung Lampung

Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian terhadap Sahroni yang diduga tenggelam.

Ardi Munthe
Oleh Ardi Munthe- Reporter
Nelayan Hilang Usai Perahu Terbalik di Labuhan Jukung Lampung
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap nelayan yang diduga tenggelam. (Liputan6.com/Istimewa)

Seorang nelayan bernama Sahroni (45), warga Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dilaporkan hilang setelah perahu yang diduga digunakannya untuk melaut ditemukan terbalik di perairan Pantai Labuhan Jukung, Senin (19/10/2026).

Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian terhadap Sahroni yang diduga tenggelam. Namun, hingga pencarian hari pertama berakhir pada pukul 17.00 WIB, korban belum ditemukan.

Komandan Unit Siaga SAR Pesisir Barat, Ari Wiranata, mengatakan peristiwa itu diketahui setelah seorang nelayan bernama Fahturanman menemukan perahu dalam kondisi terbalik dan terombang-ambing di perairan Labuhan Jukung sekitar pukul 10.00 WIB.

"Perahu tersebut diduga milik Sahroni yang sebelumnya berangkat melaut pada waktu subuh untuk mencari ikan," kata Ari, Selasa (20/10/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung menerima informasi kejadian dari perwakilan BPBD Pesisir Barat pada pukul 11.09 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, Unit Siaga SAR Pesisir Barat bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.25 WIB, lalu berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memulai operasi pencarian.

Tim SAR gabungan menyisir perairan menggunakan rubber boat dan perahu jukung milik nelayan. Pencarian difokuskan di sekitar titik yang diduga lokasi korban terjatuh hingga radius dua mil laut.

Selain di laut, upaya pencarian juga dilakukan dari darat dengan menyusuri garis pantai.

"Tim juga melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai sejauh kurang lebih dua kilometer. Namun, hingga pukul 17.00 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil," jelasnya.

Operasi hari pertama terkendala hujan deras dan gelombang tinggi di lokasi, dengan ketinggian dilaporkan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter. Selain itu, belum ada saksi mata yang melihat langsung kejadian, sehingga informasi lapangan menjadi pertimbangan tim dalam menentukan pola pencarian.

Unsur yang terlibat antara lain Unit Siaga SAR Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, Polairud, Polsek Pesisir Tengah, Koramil Pesisir Tengah, Puskesmas Pesisir Tengah, serta masyarakat dan nelayan setempat.

Operasi Lanjutan

Setelah pencarian hari pertama dihentikan sementara, operasi lanjutan direncanakan pada Selasa (20/10/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Ari menyampaikan kelanjutan operasi akan menyesuaikan perkembangan di lapangan.

"Pencarian akan dilanjutkan sesuai rencana operasi SAR hari kedua ini dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan," katanya.

Basarnas Lampung juga mengimbau nelayan untuk memeriksa prakiraan cuaca dan kondisi gelombang sebelum melaut, serta menggunakan perlengkapan keselamatan. Masyarakat yang memiliki informasi diminta segera melapor melalui saluran resmi.

"Masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan Sahroni dapat menghubungi layanan darurat Basarnas melalui nomor 115 atau communication center Basarnas Lampung di 0821-8004-8006," tandasnya.
Rekomendasi