Peristiwa TNI pukul kepsek di MI Meluntur, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, viral di media sosial. Terduga pelaku berinisial MS, anggota TNI yang juga wali murid di sekolah tersebut, diduga memukul kepala sekolah berinisial MR.
Kasus ini mencuat setelah unggahan akun Instagram @lamongan.update beredar luas. Korban dilaporkan mengalami luka lebam di wajah dan hidungnya retak usai pemukulan.
Informasi yang beredar menyebut keributan bermula dari aturan sekolah terkait penggunaan kaos kaki. Pihak sekolah meminta siswa yang tidak mengenakan kaos kaki untuk pulang mengambil perlengkapan tersebut. Seorang siswa kemudian mengadu kepada orang tuanya yang merupakan anggota TNI dan mengaku mendapat perlakuan kasar dari pihak sekolah.
MS disebut mendatangi sekolah tanpa terlebih dahulu mengonfirmasi duduk perkara. Pertemuan itu berujung keributan dan dugaan pemukulan terhadap MR hingga terjadi pendarahan. Sejumlah warga sekitar turut melerai.
Dalam unggahan yang beredar, seorang warganet yang mengaku berada di lingkungan sekolah menuliskan kronologi kejadian. "Pagi tadi di sekolahku, kepala sekolahku tiba tiba di datangi wali murid yang marah marah, dia datang langsung mukul kepsek ku sampe mukanya bengkak dan berdarah darah, katanya dia dapat laporan dari anaknya kalau kepsek ku habis mukulin dia, padahal kepsek ku cuma nyuruh dia pulang ke rumah ambil kaos kaki, karena dia ga pake, dan bukan dia yang disuruh tapi murid murid yang lain," tulis pengunggah.
Pengunggah juga menyayangkan tindakan terduga pelaku yang merupakan aparat negara. "Plot twistnya, wali murid itu seorang TNI seorang tentara yang harusnya melindungi warga justru malah jadi ancaman guru yang tiap hari mendidik anaknya justru di hajar habis habisan oleh nya, bahkan warga sekitar ikut melerai karena dia terus menyerang sampai gelas di kantor pecah semua, pemerintah Desa sampai ikut mendamaikan," tulis pengunggah.
Korban disebut sempat berupaya melaporkan dugaan penganiayaan ke kepolisian. Karena terduga pelaku adalah anggota TNI aktif, penanganan diarahkan ke Polisi Militer. Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, membenarkan adanya pendampingan kepolisian saat korban membuat laporan ke Subdenpom TNI Lamongan.
"Nggih mas benar sebagai bentuk pelayanan kami ketika masyarakat meminta bantuan jadi kami ikut membantu mengantar korban membuat laporan ke Kantor Subdenpom TNI Lamongan," kata Hamzaid.
Komandan Unit Intel Kodim 0812/Lamongan, Letda Inf Lukman, menyebut pihaknya masih memverifikasi informasi dan akan berkoordinasi dengan Danramil Glagah. "Siap sebentar saya konfirmasi dulu sama danramil atau pj," ujar Lukman.
Terpisah, Pj Pasi Intel Kodim 0812/Lamongan, Kapten Arm Hari, menyatakan pihaknya akan mengonfirmasi dan mengklarifikasi MS. Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, MS akan dipanggil untuk dimintai keterangan dan dapat dikenai sanksi tegas sesuai ketentuan hukum serta peraturan yang berlaku di lingkungan TNI.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377426/original/007470100_1792462325-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_08.52.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9366161/original/033894000_1791256355-Screenshot_2026-10-06_101115.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377385/original/049889000_1792458910-IMG-20261019-WA0217.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377370/original/048162900_1792458548-IMG-20261019-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377362/original/075055700_1792457044-IMG-20261019-WA0295.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377354/original/044714900_1792452568-Screenshot_20261020-045118_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377351/original/058840400_1792451221-Screenshot_2026-10-20-04-14-08-376_com.whatsapp.jpg)