Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan Sekolah Rakyat bukan hanya program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, melainkan sarana pemberdayaan untuk memutus rantai kemiskinan. Pernyataan itu ia sampaikan dalam Malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 yang digelar Kementerian Sosial (Kemensos) di Sekolah Rakyat Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Ia menyebut Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal dirancang untuk menjangkau kelompok termiskin, termasuk mereka yang belum tersentuh kebijakan negara atau the invisible people. Ia mengatakan, “Hari ini kita semua telah menyaksikan Sekolah Rakyat yang didesain sejak awal benar-benar menjangkau masyarakat miskin, terutama yang tidak terjangkau kebijakan, the invisible people,” ujar Muhaimin.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi inspirasi baru bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai instrumen utama untuk mengatasi kemiskinan sekaligus membangun masa depan bangsa. Ia menuturkan, “Sekolah Rakyat hari ini telah hadir mewarnai dan memberi inspirasi kita semua untuk terus meletakkan pendidikan sebagai pemutus mata rantai kemiskinan, membawa masa depan yang lebih baik dan insyaallah membawa kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Advertisement
Sekolah Rakyat Kemensos Dinilai Terobosan untuk ‘Invisible People’
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376585/original/065689000_1792382256-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_09.22.48.jpeg)
Muhaimin menilai program yang digagas Presiden Prabowo ini menjadi terobosan untuk menjangkau masyarakat yang selama ini belum memperoleh akses memadai terhadap kebijakan negara. Pada fase awal, ia mengakui ada pertanyaan mengenai pola pendidikan yang tepat untuk latar belakang dan kemampuan siswa yang beragam.
“Awalnya Pak Mensos dan saya juga ragu-ragu, sekolah ini bagaimana polanya? Alhamdulillah, Pak Mensos atas perintah Presiden berhasil mewujudkan ini semua,” ujar Muhaimin.
Perkembangan Sekolah Rakyat, menurutnya, kini mengarah pada model yang semakin matang dan jelas.
“Alhamdulillah, Sekolah Rakyat telah memiliki model yang amat sangat mapan, pasti, dan prospeknya mencerahkan,” katanya.
Ia berharap pendekatan pendidikan di Sekolah Rakyat menginspirasi sistem pendidikan nasional agar memberi ruang bagi anak berkembang sesuai minat, bakat, dan potensinya.
“Kita ingin Sekolah Rakyat ini menjadi model pendidikan yang memberikan kualitas sesuai potensi dirinya, sesuai dengan apa yang menjadi harapan anak-anak didik kita,” ucapnya.
Muhaimin menambahkan, orientasi pendidikan tidak boleh seragam, melainkan adaptif terhadap perubahan zaman serta menghargai keragaman kemampuan peserta didik.
“Sekolah Rakyat bukan hanya menginspirasi pola pendidikan di Sekolah Rakyat, tetapi juga menginspirasi tata kelola pendidikan kita pada umumnya,” ujarnya.
Ia menegaskan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari politik pemberdayaan yang harus menjadi arah kebijakan penanggulangan kemiskinan. Menurutnya, bantuan sosial perlu dilanjutkan dengan program yang meningkatkan kemampuan, kemandirian, dan produktivitas.
“Inilah bukti bahwa Sekolah Rakyat adalah bagian dari politik pemberdayaan kita, di mana salah satu upaya pemberdayaan adalah upaya penanggulangan kemiskinan,” tegasnya.
Muhaimin juga menekankan pentingnya politik anggaran yang berorientasi hasil dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Setiap rupiah APBN kita harus mendorong pemberdayaan,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar anggaran negara menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar membiayai kegiatan rutin.
“Indonesia yang berdiri kokoh di atas kaki kita sendiri, Indonesia yang kuat dan tangguh di atas kaki rakyatnya sendiri,” katanya.
Muhaimin mengajak semua pihak memastikan keberlanjutan Sekolah Rakyat, baik dalam hal akses pendidikan maupun penyiapan masa depan para lulusannya.
“Mari kita dukung terus keberlanjutan Sekolah Rakyat, memastikan Sekolah Rakyat memberikan lulusan yang bisa langsung terserap di dunia pendidikan yang lebih tinggi maupun di pasar kerja yang diharapkan oleh anak-anak kita,” ucapnya.
Kepada para siswa, Muhaimin berpesan agar bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.
“Teruslah belajar sungguh-sungguh, disiplin, taatilah seluruh aturan sekolah. Insyaallah masa depan Anda cerah bagi Indonesia di masa yang akan datang,” pesannya.
Dalam suasana hangat bersama para siswa, ia juga mengajak hadirin mendoakan Presiden Prabowo Subianto yang pada hari itu berulang tahun. Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) beserta jajaran atas keberhasilan menerjemahkan arahan Presiden menjadi model pendidikan yang semakin matang.
Pada penutupan sambutan, Muhaimin memberi selamat kepada para pemenang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 serta menilai media memiliki peran strategis dalam memperluas informasi dan membangun kesadaran publik.
“Sinergi dan kolaborasi dengan media dan pemerintah ini akan memperbesar komitmen pemerintah, mendorong dan memotivasi seluruh aparat birokrasi kita untuk terus percaya diri membawa kemakmuran dan kesejahteraan bangsa,” ujarnya.
Advertisement
Harapan Program Sekolah Rakyat bagi Anak Bangsa
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376586/original/091181100_1792382256-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_09.22.48__2_.jpeg)
Muhaimin mendorong agar gaung Sekolah Rakyat terus diperluas sehingga lebih banyak pihak terinspirasi dan terlibat dalam dukungan pendidikan serta pemberdayaan.
“Mari kita teruskan untuk menggaungkan inspirasi dari Sekolah Rakyat supaya seluruh bangsa kita menjadi bagian dari program yang diharapkan membawa kemajuan ini,” kata Muhaimin.
Ia berharap pemberitaan mengenai Sekolah Rakyat semakin meluas, seiring upaya pemerintah memperbesar akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan, menjangkau kelompok yang belum tersentuh kebijakan negara, serta memperluas pemerataan kesempatan bagi seluruh kalangan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376641/original/071297200_1792383907-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_09.22.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/725520/original/Penjagaan-Daerah-140821.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9373903/original/042922400_1791996069-Lampung_water_bombing_kahutla.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376430/original/017981300_1792363505-Kebakaran_hutan_dan_lahan_di_Barito_Kuala.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9370350/original/091258300_1791612545-8ff74a80-ddb6-4529-b95e-a3b5a7472814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376529/original/015768200_1792379249-Senin__19-12__pagi__terjadi_penumpukan_penumpang_di_Stasiun_Depok_Baru__Depok_imbas_pembatalan_7_3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375593/original/070990300_1792163237-IMG_8046.JPG.jpg)