Antrean Pertalite Mengular di Ternate, Sopir Angkot Tunggu 3 Jam

Antrean Pertalite di SPBU Batu Anteru, Ternate, mengular. Seorang sopir angkot menunggu 3 jam. SPBU bantah kelangkaan. Ini penjelasannya.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta- Reporter
Antrean Pertalite Mengular di Ternate, Sopir Angkot Tunggu 3 Jam
Antrean kendaraan di SPBU

Antrean Pertalite memanjang di SPBU Batu Anteru, Kota Ternate, Maluku Utara. Barisan kendaraan roda dua hingga mobil mengular ratusan meter di luar area stasiun pengisian.

Seorang sopir angkutan kota (angkot) bernama Yus mengaku harus menunggu hingga tiga jam untuk mendapatkan bahan bakar. Informasi ini dikutip dari Liputan6 SCTV, Senin (19/10/2026).

"Kalau kita antre jam 05.00 WIT, jam 08.00 WIT baru masuk," kata Yus.

Menurut Yus, setelah berhasil masuk area SPBU, ia masih perlu menunggu lagi untuk sampai ke dispenser.

"Baru setelah masuk, nunggu lagi setengah jam, 08.30 WIT baru dia isi," ucapnya.

Pihak SPBU Batu Anteru membantah adanya kelangkaan stok. Mereka menyebut antrean memanjang terjadi karena penjualan Pertalite saat ini difokuskan hanya di SPBU tersebut.

"Melayani pertalite. kalau SPBU lain tidak. (Pelayanan) sampai sabtu, hari minggu tutup," kata operator SPBU Nasarudin.

Sementara itu, di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sumatera Barat, antrean kendaraan dilaporkan mencapai 2 kilometer. Antrean pembeli BBM menjadi pemandangan sehari-hari di wilayah itu, salah satunya di SPBU Wonomulyo, Jalan Trans Sulawesi.

Sebagai kabupaten terpadat di Sulawesi Barat, Polewali Mandar saat ini hanya memiliki empat SPBU. Warga dan pengendara di kedua daerah berharap adanya solusi konkret dari pemerintah dan Pertamina, agar waktu mereka tidak habis terbuang hanya untuk mengantre BBM.

Rekomendasi