Dua Anak di Karawang Aniaya Balita, Alat Kelamin Digunting

Peristiwa bermula ketika korban ingin ikut bermain dengan pelaku yang sedang memancing ikan.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia- Reporter
Dua Anak di Karawang Aniaya Balita, Alat Kelamin Digunting
Ilustrasi penganiayaan terhadap anak (Istimewa)

Seorang balita laki-laki yang masih berusia 3 tahun jadi korban penganiayaan oleh dua anak berinisial R (9) dan S (13). Peristiwa itu terjadi di Jalan Kolong Jembatan Kereta Api Simpang Jomin, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Senin (12/10/2026).

Kasi Humas Polresta Karawang Ipda Muh Asim, menjelaskan peristiwa bermula ketika korban ingin ikut bermain dengan pelaku yang sedang memancing ikan. Lalu, tiba-tiba terbesit niat dari dua pelaku untuk menganiaya korban.

"Anak R diduga mengajak anak S membawa gunting dan berniat akan mem-bully korban," kata Asim dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Aksi penganiayaan dilakukan oleh dua pelaku dengan menggunakan benda tajam hingga melukai bagian alat kelamin korban. Selain itu, pelaku juga menganiaya korban dengan menggunakan tangan kosong.

"Celana korban dibuka, lalu alat kelamin korban ditusuk dengan tusuk sate dan digunting hingga mengalami luka robek dan berdarah. Korban juga diduga dipukul pada bagian wajah dan dada, sehingga mengalami luka di bahu kiri dan luka cakaran," ucap dia.

Setelah menganiaya korban, pelaku R mengantarkan korban ke rumahnya. Mendapati korban terluka parah, orang tua korban dan polisi membawa korban ke RS Siloam Purwakarta. Sementara itu, dua pelaku sudah diamankan polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Polisi juga telah mengamankan dua anak yang diduga melakukan kekerasan fisik tersebut serta dimintai keterangan untuk langkah hukum lebih lanjut," ujar dia.

Dikarenakan dua pelaku masih berada di bawah umur, kasus itu ditangani sesuai ketentuan yang tertera dalam Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Penyidik masih mendalami peran masing-masing anak dan mendampingi korban," pungkas dia.

Rekomendasi