Perjuangan Terakhir Cak Panda Melawan Api di Bromo

Cak Panda merupakan satu dari empat relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan di Bromo meninggal dunia.

Erwin yohanes
Oleh Erwin yohanes- Reporter
Perjuangan Terakhir Cak Panda Melawan Api di Bromo
Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo

Jumlah petugas meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, bertambah satu orang. Dengan demikian, insiden tersebut kini telah merenggut empat nyawa.

Korban terbaru adalah Hendra Rony Wagiyanata, petugas Manggala Agni Pemula yang bertugas di Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, Balai Besar TNBTS. Dia mengembuskan napas terakhir pada Kamis (15/10), setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat luka bakar serius.

Hendra yang dikenal dengan panggilan Cak Panda merupakan salah satu dari enam petugas menjadi korban ketika berupaya menjinakkan kobaran api di kawasan Mentigen, Probolinggo. Saat kejadian, tiga petugas meninggal dunia di lokasi, sedangkan Hendra bersama dua rekannya berhasil dievakuasi dalam kondisi terluka.

Namun luka bakar yang dialami Hendra cukup parah. Kendati telah mendapatkan penanganan medis secara intensif, nyawa Hendra akhirnya tidak tertolong.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha membenarkan kabar meninggalnya petugas tersebut. Pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyampaikan belasungkawa atas kehilangan salah satu personel selama ini bertugas menjaga kawasan konservasi Bromo.

"Keluarga Besar Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kementerian Kehutanan menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Hendra Rony Wagiyanata atau Cak Panda, pada Kamis, 15 Oktober 2026," ujar Rudijanta.

Menurutnya, Hendra meninggal setelah mendapatkan perawatan medis akibat cedera dialaminya ketika menjalankan tugas pemadaman kebakaran.

"Almarhum berpulang setelah menjalani perawatan intensif pasca pelaksanaan tugas pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," tutur Rudijanta.

Meninggalnya Hendra menambah daftar petugas yang gugur dalam peristiwa tersebut. Sebelumnya, tiga personel dinyatakan meninggal di lokasi kebakaran, masing-masing Sukaris (55), Wisnu Yuda Pratama (25), dan Sefriel Ardiansyah (19). Sementara itu, dua korban lainnya hingga kini masih menjalani perawatan medis. Mereka adalah Munawi, anggota Masyarakat Peduli Api (MMP TLP), serta Suraji, seorang petugas keamanan hotel di kawasan tersebut.

Dengan perkembangan terbaru ini, dari enam orang yang menjadi korban kebakaran, empat di antaranya meninggal dunia dan dua lainnya masih mendapatkan penanganan medis.

Rudijanta menyampaikan bahwa pengorbanan para petugas dalam menghadapi kebakaran merupakan wujud pengabdian untuk melindungi kawasan hutan dari kerusakan yang lebih luas. Ia menilai keberanian Hendra bersama rekan-rekannya patut mendapatkan penghormatan, mengingat besarnya risiko yang dihadapi petugas saat berupaya mengendalikan api.

"Dedikasi dan pengabdian almarhum dalam menjaga kawasan konservasi akan selalu menjadi bagian dari perjuangan bersama dalam melindungi alam dan lingkungan," kata dia.

Pihak Balai Besar TNBTS juga menyampaikan dukungan moral kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Mereka berharap keluarga dapat menghadapi musibah tersebut dengan ketabahan. "Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan," kata Rudijanta.

Rekomendasi