Asap Karhutla sampai Singapura dan Malaysia, Udara Tak Sehat hingga Berbahaya

Kabut asap karhutla meluas di banyak provinsi dan menyeberang ke negara tetangga, menurut BMKG. ASMC juga mencatat kualitas udara memburuk. Berikut sebarannya.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Asap Karhutla sampai Singapura dan Malaysia, Udara Tak Sehat hingga Berbahaya
Update Sebaran Kabut Asap Karhutla, Udara Singapura dan Malaysia Tidak Sehat. Foto: Citra Satelit BMKG

BMKG melaporkan sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di sejumlah wilayah Indonesia dan telah melintas ke negara tetangga.

Berdasarkan citra satelit pada Selasa (13/10/2026) pukul 08.00 WIB, kabut asap terpantau menyelimuti banyak provinsi dan bergerak melintasi perbatasan.

BMKG juga mencatat pergerakan asap ke arah barat laut hingga timur laut di sejumlah wilayah terdampak.

"Arah angin di Indonesia pada umumnya bertiup dari Timur Tenggara ke Barat Laut - Utara," tulis keterangan BMKG.

Di dalam negeri, sebaran asap terdeteksi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Kabut asap lintas batas terpantau bergerak dari Sumatera menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura. Asap dari Kalimantan juga terdeteksi mengarah ke Sabah, Semenanjung Malaysia, dan Singapura. Sementara itu, asap dari Papua Nugini terpantau menuju Papua Selatan.

Udara Tidak Sehat di Singapura–Malaysia Akibat Kabut Asap

Merujuk laporan ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) pada Senin sore, kabut asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga tebal teramati di sebagian wilayah Kalimantan, Singapura, Sarawak, bagian selatan Semenanjung Malaysia, serta wilayah tengah dan selatan Sumatra.

Kabut asap juga dipantau bergerak dari Kalimantan menuju Sabah dan bagian selatan Filipina.

Di saat yang sama, titik panas terdeteksi tersebar di Kalimantan dan Sumatera Selatan. Adapun hanya sedikit titik panas yang terpantau di wilayah lain di kawasan ASEAN bagian selatan.

Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia turut memengaruhi kualitas udara di Malaysia dan Singapura. ASMC melaporkan sejumlah lokasi di kedua negara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

"Stasiun kualitas udara di sebagian Borneo, Semenanjung Malaysia, Singapura, serta bagian tengah dan selatan Sumatra melaporkan tingkat Tidak Sehat hingga Berbahaya," kata keterangan ASMC.

ASMC menambahkan, cakupan penuh titik panas dan kabut asap di kawasan ASEAN bagian selatan belum dapat dipastikan karena terhalang tutupan awan.

Sementara itu, hujan teramati di wilayah ASEAN bagian utara, kecuali di bagian utara dan tengah subwilayah Mekong yang relatif lebih kering. Aktivitas titik panas di kawasan ASEAN bagian utara juga masih rendah.

Rekomendasi