Rektor Telkom University Minta Maaf Buntut Kasus Perundungan

Kasus Perundungan di Telkom University, Rektor Minta Maaf

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Rektor Telkom University Minta Maaf Buntut Kasus Perundungan
Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto (tengah), Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan dan Endowment Prof. Dr. Ratri Wahyuningtyas, S.T., M.M (kanan), dan Head of Secretary and Public Relation Roosdiana Noor Rochmah, S.Si., M.T. (kiri) dalam konferensi pers perkembangan kasus perundungan di Telkom University secara daring, Minggu (11/10/2026). Liputan6.com/Iskandar

Rektor Telkom University, Suyanto, menyampaikan permohonan maaf terkait kasus perundungan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Rekayasa Industri.

"Atas nama Universitas Telkom, saya selaku rektor menyampaikan keprihatinan dan permohonan maaf, khususnya kepada korban dan keluarganya, dan juga kepada rekan-rekan para mahasiswa secara internal maupun pihak-pihak eksternal," kata dia dalam konferensi pers secara daring pada Minggu (11/10).

Suyanto menegaskan bahwa pihaknya mengutuk keras tiap aksi perundungan. Telkom University berupaya untuk menciptakan kampus yang aman dan nyaman bagi semua mahasiswa.

"Saya ingin juga menegaskan bahwa Universitas Telkom menegaskan bahwa kekerasan dan perundungan merupakan tindakan berbahaya yang tidak dapat dibenarkan," ucap dia.

"Dan untuk itu, kita pimpinan di Telkom University akan secepatnya memberikan informasi terkait dengan para pelaku, dan juga perlindungan dan keselamatan kepada korban," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, aksi perundungan itu terjadi di Asrama Telkom University pada Jumat (9/10) malam. Akibat kejadian itu, dua pelaku perundungan diberikan sanksi berat berupa drop out dan sanksi sedang.

Adapun aksi perundungan itu terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial. Dari rekaman video, terlihat pelaku pria yang tak mengenakan pakaian mengintimidasi korban dengan cara mengarahkan pengharum ruangan yang dipantik korek api ke arah wajah korban. Korban pun terlihat tak melakukan perlawanan.

Rekomendasi