Dua siswa kelas tiga di SDN Tapos 3 Depok mengalami luka pada bagian kepala setelah pagar tembok pembatas sekolah ambruk di halaman. Insiden terjadi saat para siswa menunggu persiapan pembelajaran olahraga.
Kepala SDN Tapos 3, Arum Ika Susanti, menjelaskan peristiwa bermula ketika sejumlah siswa duduk di bangku yang berbatasan langsung dengan tembok pagar. Saat menunggu giliran pelajaran olahraga, tembok yang disebut sudah rapuh itu runtuh.
"Ada beberapa siswa kami yang duduk di sekitar tembok yang memang sudah rapuh dan sudah berisiko. Entah mungkin getaran karena usangnya tembok, anak itu tertimpa runtuhan tembok," ujar Arum, Jumat (9/10).
Dari lima anak yang duduk di lokasi tersebut, dua di antaranya mengalami luka di bagian kepala belakang dan memerlukan penanganan medis.
"Tindakan sekolah langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Arum.
Advertisement
Kondisi Terbaru Dua Siswa SDN Tapos 3 Depok
Pihak sekolah telah berkomunikasi dengan orang tua kedua siswa. Setelah mendapat penanganan di fasilitas kesehatan, keduanya diperbolehkan pulang oleh tim dokter.
"Saya juga sudah koordinasi ke dinas terkait di bidang dinas pendidikan, bagian sarana dan prasarana juga saya sudah koordinasikan," kata Arum.
Arum menyebut Dinas Pendidikan Depok sebelumnya telah merencanakan perbaikan pagar tembok pembatas sekolah pada bulan ini, namun pihak sekolah belum menerima kepastian tanggal pengerjaan.
"Dinas Pendidikan juga sudah datang melihat langsung kejadian tembok yang ambruk," ucap Arum.
Advertisement
Disdik Depok Diminta Percepat Perbaikan Pagar
Arum meminta Dinas Pendidikan segera memperbaiki tembok yang ambruk beserta fasilitas bangunan lain yang dinilai kurang representatif agar peristiwa serupa tidak terulang.
"Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi kepada anak-anak kami, maupun di sekolah-sekolah lain yang memiliki keadaan tembok yang tidak ramah anak," pungkas Arum.
Di sisi lain, Kasi Kelembagaan dan Peserta Didik pada Dinas Pendidikan Kota Depok, Gunawan, menuturkan penanganan terhadap siswa yang terluka sudah dilakukan melalui fasilitas kesehatan. "Artinya kita langsung tanggap untuk korban dibawa segera ke Puskesmas, sehingga nanti penanganannya sudah sesuai prosedur dari Puskesmas," tutur Gunawan.
Menurut Gunawan, luka yang dialami tidak tergolong parah sehingga para siswa dipulangkan untuk pemulihan. Ia menyebut tembok yang ambruk dalam kondisi rapuh. "Memang kalau lihat kondisinya, kondisi temboknya sudah cukup mengkhawatirkan, karena memang sudah usianya juga tembok usia lama yang sudah harus diperbaiki dan mudah-mudahan ini cepat ditangani, sehingga nanti ada perbaikan segera terhadap tembok ini," kata Gunawan.