Usai Acak-acak Lapak, Bang Jago 'Mengemis' Minta Maaf ke Pedagang

Seorang preman pasar Bogor mengacak-acak lapak dan memukul pedagang di Gunung Putri. Polisi mengungkap pemicu cekcok dan mengamankan terduga.

Dicky Agung Prihanto
Oleh Dicky Agung Prihanto - Reporter
Usai Acak-acak Lapak, Bang Jago 'Mengemis' Minta Maaf ke Pedagang
Lokasi lapak yang diacak-acak preman pasar

Seorang pria diduga preman pasar Bogor mengacak-acak lapak dan memukul pedagang perempuan di Pasar Griya Bukit Jaya, Desa Tlanjung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Usai kejadian, pria berkaos hitam itu sempat mendatangi orang tua korban sebelum melarikan diri.

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Hilal Adi Imawan, menyebut pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut dan telah mengantongi identitas pelaku. Berdasarkan informasi yang diterima, terduga pelaku telah ditangkap dan kini menjalani pemeriksaan di kantor polisi.

Orang tua korban, Misna Silalahi, mengaku mengenal pelaku yang disebut kerap menarik iuran dari pedagang untuk kebutuhan operasional pasar. Setelah mengamuk, pelaku datang meminta maaf kepada Misna dan memohon agar persoalan tidak diperpanjang.

"Setelah kejadian sempat dateng ke saya minta maaf, tante tolong jangan diperpanjang kita udah kayak saudara, tolong lah maafkan," ujar Misna menirukan ucapan tersangka, Kamis (8/10/2026).

Misna menuturkan, pelaku bahkan sempat berusaha membersihkan kepalanya dari pecahan telur. Pelaku bersama orang tuanya juga mendatangi anak Misna untuk mengatur pertemuan dengan korban, namun keluarga korban belum bersedia.

"Pelaku sama orang tuanya datang nemuin anak saya untuk ketemu menantu saya, anak saya bilang istrinya belum siap ketemu," terang Misna.

Menurut Misna, menantunya menjadi korban pukulan saat insiden terjadi di lapaknya yang menjual sayur dan kebutuhan pokok. Keluarga korban, kata dia, tidak terima dengan kejadian yang sempat terekam video.

"Nah korban ini kan menantu saya, keluarganya tidak terima melihat video itu," jelas Misna.

Ia menjelaskan keributan bermula ketika karyawannya membuang sampah ke mobil sampah. Pelaku menegur dan meminta sampah itu diambil kembali.

"Dia sempat minta minta karyawan saya untuk mengambil sampahnya," ungkap Misna.

Karyawan Misna kemudian mengambil kembali sampah dari mobil. Pelaku mengingatkan adanya aturan pemisahan tempat pembuangan untuk lapak/kios dan untuk ruko/toko. Karyawan Misna menyebut yang dibuang hanya sampah bekas makan, namun pelaku tetap melarang dibuang di lokasi tersebut.

"Karyawan saya sempat bilang bahwa sampah yang dibuang sampah bekas makan (bukan sampah jualan). Tapi dia tetap melarang membuang sampah di situ," terang Misna.

Misna mengaku baru mengetahui adanya pengaturan pembuangan sampah itu. Ia menyayangkan cara pelaku menegur, karena menurutnya hal tersebut bisa disampaikan baik-baik mengingat mereka sering berjumpa di pasar.

"Setiap harinya sering bertemu kan bisa berbicara baik-baik, Tante sampah jangan dibuang ke sini ya, kalau bagian ruko di sebelah sana ya, kan enak ya," tutur Misna.

Sebelumnya, pria berkaos hitam itu menghampiri pedagang, mengacak-acak lapak, lalu memukul. Peristiwa diduga dipicu persoalan uang sampah dan sewa lapak.

Kompol Hilal menjelaskan ada pemisahan lokasi pembuangan untuk lapak/kios dan untuk ruko/toko, yang masing-masing dikelola pihak berbeda. Dugaan awal, terjadi kesalahan pembuangan yang kemudian menyulut adu mulut.

"Karena ada yang mengurusnya masing-masing (pengelolaan sampah) lah gitu. Nah mungkin dugaannya, si ibu ini buang sampahnya ke tempat yang enggak seharusnya. Harusnya kan buangnya ke tempat sampah khusus lapak, tapi dia buangnya misalnya ke (tempat sampah) ruko," ungkap Hilal.

Selain ihwal sampah, keributan juga disebut terkait tunggakan sewa lapak. Hilal menyebut adu argumen di lokasi membuat suasana memanas hingga terjadi pemukulan.

"Jadi ada miss omongan, ya istilahnya jadi debat-debat di situlah, di lokasi. Mungkin tersulut emosi, terus melakukan pemukulan dan lain-lain," ucap Hilal.
Rekomendasi