Insiden kapal tabrakan di Tuban menenggelamkan Kapal Kargo Khatulistiwa 8 pada Rabu (7/10/2026) malam. Dari 18 awak, 17 orang berhasil diselamatkan, sementara satu perwira masih dalam pencarian.
Khatulistiwa 8 diketahui baru bertolak dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban pada pukul 17.30 WIB menuju Sampit, Kalimantan Tengah. Kapal membawa muatan 1.850 ton semen saat kecelakaan terjadi.
Tabrakan dengan sebuah kapal tongkang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06°33'460" LS dan 112°59'219" BT, berjarak kurang lebih 9 mil laut dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban. Benturan hebat memicu blackout total pada sistem kelistrikan kapal sebelum lambungnya tenggelam.
Kapospolair Tuban Aipda Joko Nurcahyo menyebut 17 kru yang selamat terdiri dari 15 laki-laki dan 2 perempuan. Evakuasi dilakukan menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan dibantu perahu nelayan setempat.
Seluruh korban selamat tiba kembali di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia pada Kamis dini hari pukul 01.30 WIB. "Saat ini, para korban telah dievakuasi untuk mendapatkan pemulihan fisik dan mental di Hotel Fortuna, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban," kata Joko, Kamis (8/10/2026).
Di sisi lain, seorang Perwira Pertama atau Mualim I, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang dan belum ditemukan.
Upaya pencarian segera digelar. "Hari ini tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan operasi pencarian korban hilang di sekitar lokasi kapal mengalami kecelakaan dan blackout," tegas Joko.
Penyebab pasti tabrakan antara Khatulistiwa 8 dan tongkang yang terlibat masih diselidiki oleh pihak berwenang. Identitas tongkang belum diungkap. "Total kerugian materil akibat hilangnya kapal beserta ribuan ton semen juga masih dalam proses kalkulasi,"pungkasnya.