Mau Ambil Anjing, Rekan Temukan Bule Ukraina Membusuk di Kontrakan

Kasi Humas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari mengatakan, jenazah VK telah dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk menjalani pemeriksaan forensik.

Moh Kadafi
Oleh Moh Kadafi - Reporter
Mau Ambil Anjing, Rekan Temukan Bule Ukraina Membusuk di Kontrakan
Evakuasi jenazah warga negara ukraina di badung. (dokumentasi polres badung).

Jenazah seorang pria warga negara (WN) Ukraina, berinisial VK ditemukan membusuk di sebuah kontrakan di Banjar Umabuluh, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Rabu (7/10) malam. Jenazah pertama kali ditemukan rekannya berinisial PK (53), seorang WNA Prancis.

Kasi Humas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari mengatakan, jenazah VK telah dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk menjalani pemeriksaan forensik.

"Penyebab kematian belum diketahui. Proses identifikasi awal sulit dilakukan karena kondisi jenazah yang sudah membusuk," kata Yuni, Kamis (8/10).

Yuni menjelaskan kronologi penemuan mayat bule Ukraina tersebut. Menurut dia, penemuan mayat itu berawal pada Rabu (7/10) malam, saksi PK mendatangi rumah VK untuk keperluan mengambil anjing. Saat tiba di rumah korban pintu gerbang rumahnya tidak dalam keadaan terkunci, sehingga saksi langsung masuk ke dalam rumah korban.

Sesampainya di depan pintu masuk depan rumah korban, saksi mencium bau tidak sedap ketika mencoba membuka pintu rumah korban. Sehingga membuat saksi berlari keluar rumah dan mencari bantuan untuk melakukan pengecekan lebih lanjut kepada warga sekitar.

Selanjutnya saksi bersama warga dan Ketua Pecalang Desa Adat Canggu mengecek kembali ke dalam rumah yang saat itu juga tidak dalam keadaan terkunci. Saat itu ditemukan mayat di dekat pintu masuk rumah sudah dalam keadaan membusuk.

"Sehingga Ketua Pecalang Desa Adat Canggu menghubungi Polsek Kuta Utara untuk dapat penanganan lebih lanjut," ujar dia.

Selain itu, menurut keterangan saksi bahwa saksi merupakan teman baik korban dari tahun 2011 tersebut, terakhir bertemu pada Sabtu (26/9) di daerah Dalung, Kabupaten Badung, Bali.

"Dan pada lima hari yang lalu saksi sempat menghubungi korban. Namun korban sama sekali tidak dapat dihubungi dan tidak ada respon," kata dia.

 

Rekomendasi