Sejumlah warga gereja asal Sumatera Utara di perantauan mulai membangun wadah bersama untuk memperkuat kontribusi sosial bagi daerah asal sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas.
Gagasan tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) I Persaudaraan Warga Gereja Sumatera Utara (PWGSU) yang digelar di Villa Macarena, Puncak, Bogor, pada 4-6 September.
Mengusung tema “Bersatu dalam Kasih, Berkarya bagi Sumatera Utara dan Diasporanya di Mana Pun Berada”, pertemuan itu menjadi forum bagi warga gereja lintas denominasi untuk menyatukan visi dan menyusun fondasi awal organisasi.
Raker dipimpin Majelis Pimpinan Sidang yang terdiri atas St. Kapler Marpaung, St. Darwin Simorangkir, Beesokhi Ndruru, Pdt. Jan Kris Sinaga dari GKPS, dan Pitua Simanjuntak. Sejumlah pimpinan gereja, tokoh masyarakat, tim praformatur, serta panitia pelaksana turut hadir.
Raker ini juga terlaksana sebagai hasil kerja dari formatur yang terdiri atas perwakilan 9 pemuda denominasi gereja di PWGSU, dengan dipimpin Ruben Hutabarat dan Abraham Pardede
Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai perangkat awal organisasi yang rencananya akan disahkan dalam Raker II. Pembahasan mencakup usulan nama resmi organisasi, rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), struktur organisasi, hingga pembagian wilayah kerja.
Peserta juga menghimpun sejumlah nama yang diusulkan sebagai calon Ketua Umum dan Ketua Dewan Pengawas untuk periode pertama.
Pimpinan Sidang PWGSU, St. Kapler Marpaung, mengatakan gagasan pembentukan wadah tersebut telah muncul sejak awal 2025 melalui serangkaian diskusi informal sejumlah tokoh. Salah satu penggagasnya ialah Dumoly F. Pardede.
Menurut Kapler, proses yang telah berlangsung lebih dari setahun tersebut kini mulai mengerucut pada pembentukan organisasi dengan fondasi yang lebih jelas.
Keinginan untuk menyatukan potensi warga gereja asal Sumatera Utara menjadi salah satu alasan pembentukan PWGSU. Tokoh warga gereja Nias, Beesokhi Ndruru, dan perwakilan warga gereja Simalungun, Dr. Salomo R. Damanik, mengatakan organisasi tersebut diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperluas kontribusi sosial.
Sementara itu, Junita Sari Ujung yang mewakili unsur warga gereja Pakpak menekankan pentingnya persatuan sebagai pijakan dalam menjalankan kegiatan organisasi.
PWGSU tidak hanya mempersiapkan struktur organisasi, tetapi juga mulai merancang sejumlah program yang menyasar persoalan sosial dan membuka peluang bagi generasi muda.
Ketua Pembentukan PWGSU, Dumoly F. Pardede, mengatakan salah satu program yang disiapkan ialah pembentukan Bala Bantuan Sosial, Kemanusiaan, dan Moral.
Program tersebut dirancang sebagai jaringan relawan yang dapat dikerahkan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial maupun bencana.
Program lainnya berkaitan dengan penyaluran dan penempatan tenaga kerja profesional ke luar negeri. PWGSU ingin memberikan pembekalan sekaligus membuka akses karier global bagi generasi muda Sumatera Utara yang memiliki keterampilan.
Selain menyusun program, organisasi tersebut mulai menyiapkan peta perluasan wilayah. Pada tahap awal, penguatan basis akan dilakukan di Sumatera Utara, Jabodetabek, dan Jawa Barat.
Selanjutnya, PWGSU menargetkan perluasan ke sejumlah wilayah lain di Sumatera, termasuk Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung. Jika program penempatan tenaga kerja profesional ke luar negeri berkembang, perwakilan PWGSU juga direncanakan hadir di sejumlah negara seperti Jepang, Australia, dan negara-negara Eropa.
Anggota DPD asal Sumatera Utara, Badikenita Putri Sitepu, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengingatkan PWGSU agar mengambil peran dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menyoroti sejumlah isu, mulai dari bencana alam dan ancaman narkoba hingga pentingnya menjaga hubungan generasi muda perantauan dengan kampung halaman atau Bonapasogit.
Dukungan terhadap pembentukan wadah tersebut juga disampaikan sejumlah pimpinan gereja yang hadir dalam Raker I.
Mereka antara lain Praeses Distrik VII GKPS Pdt. Jan Kris H. Sinaga, S.Th.; Kepala Diakonia HKBP Distrik VIII Pdt. Operancis Simanungkalit, S.Th.; Pdt. Anggiat Hutabarat, S.Th., M.M. dari HKBP; Praeses HKI Daerah VII Jawa-Bali Pdt. Saidon Ambarita, S.Th.; Pendeta Resort GKPPD Jakarta Pdt. Psalmen Padang, M.Th.; serta Praeses GKPA Distrik IV Jawa-Sumbagsel Pdt. Darwin Butarbutar, M.Th.
Pembentukan PWGSU melibatkan sejumlah unsur gereja, antara lain HKBP, GKPA, GKPPD, BNKP, HKI, GKPS, GBKP, GKI, dan Katolik.
Tim praformatur bertugas menyusun landasan awal organisasi, sementara kepanitiaan Raker I dipimpin Irwan Siregar dari GKPPD sebagai ketua dan Matthew Simorangkir dari HKBP sebagai sekretaris.
Usai Raker I, PWGSU masih memiliki sejumlah tahapan untuk menuntaskan pembentukan organisasi. Hasil rumusan yang telah disusun akan dibawa ke Raker II untuk mendapatkan pengesahan.
PWGSU juga menyatakan akan membuka ruang kolaborasi dengan pimpinan gereja, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat dalam menjalankan program yang berkaitan dengan Sumatera Utara dan warga perantauan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9367178/original/024031700_1791309970-WhatsApp_Image_2026-10-06_at_16.30.42.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381736/original/080935200_1792881978-berita_pasarkan-vila-pakai-visa-kunjungan-wn-ceko-dideportasi-dari-bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381735/original/072591100_1792881294-IMG-20261024-WA0043.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381669/original/081288800_1792845633-144930.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381532/original/028252500_1792827045-506190.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381701/original/050443900_1792851749-WhatsApp_Image_2026-10-24_at_20.50.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380478/original/003500700_1792711880-000_D43U7FZ.jpg)