Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah mencatat hasil pendataan Dinkes Jawa Tengah, siswa korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) ada di SD, MTs sampai beberapa SMP di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Heri Purnomo mengatakan, dari data sementara ribuan siswa penerima MBG, terdapat sekitar 276 siswa mengalami indikasi keracunan. Sebaran dari sejumlah siswa diduga keracunan ada di beberapa MTs dan SMP wilayah Kecamatan Bawang.
"Yang jadi penerima manfaatnya kan seribu orang lebih. Tapi yang bergejala ada 276 anak, mungkin jumlahnya bisa lebih banyak karena sebarannya tidak cuma di satu SD saja," kata Heri, Kamis (24/9).
Advertisement
Kronologi Keracunan
Heri menjelaskan kronologi siswa keracunan massal usai menyantap menu MBG pada Rabu (23/9) siang kemarin. Menurut dia, para siswa mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG pukul 11.00 WIB.
"Tidak lama beberapa siswa mengeluh mual-mual, diare dan beberapa lainnya ada yang muntah," ujar dia.
Informasi dihimpun, para siswa mengalami keracunan karena diduga lauk makanan sudah basi. Pihak Dinas Kesehatan Jawa Tengah belum bisa menyimpulkan penyebab keracunan.
"Ada siswa merasa bau lauknya. Masih kita cek kelayakan lauknya. Termasuk nasi sama sayurnya," kata Heri.
Pihak Dinas Kesehatan Batang bersama Dinas Kesehatan Jawa Tengah sudah membawa beberapa sampel makanan MBG ke Labkesda Semarang. "Sampel-sampel yang dibawa cukup baik. Mungkin lauknya juga," pungkasnya.