Kemenkes mengatakan, ulat kucing atau ulat asp yang banyak ditemukan di wilayah selatan Amerika Serikat.
Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar ulat kucing. Ulat bulu yang disebut-sebut sangat beracun dan mematikan ini dikabarkan sudah masuk ke Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), M Syahril mengatakan, ulat kucing atau ulat asp banyak ditemukan di wilayah selatan Amerika Serikat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9228314/original/015111600_1783123094-1709028382364-lrsee.jpg)
Ulat ini dapat tumbuh dengan panjang sekitar satu inci dan ditutupi oleh bulu berwarna abu-abu dan oranye.
Advertisement
Advertisement
Ulat ini memiliki kelenjar racun yang terletak di dasar tubuh dan tersembunyi di antara bulunya yang lebat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9228315/original/038592900_1783123094-1709028396754-xt9pq.jpg)
Sengatan ulat ini dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pada setiap orang.
“Faktanya memang beracun,” kata Syahril, Selasa (27/2).
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9228316/original/051086600_1783123094-1709028416614-nt7hk.jpg)
Syahril mengungkapkan penanganan yang bisa dilakukan jika terkena sengatan ulat berbulu ini. Pertama, mencuci area tubuh yang terkena sengatan dengan sabun dan air untuk mengurangi rasa sakit.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9228318/original/012099700_1783123095-1709028445385-38suh.jpg)
Kedua, disarankan menggunakan krim anti gatal jika sengatan mulai terasa gatal.
“Segera ke dokter sekiranya ada alergi terhadap gigitan serangga atau jika dirasa gejala terasa lebih parah,” ujar Syahril.
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9228319/original/028487900_1783123095-1709028478374-988ni.jpg)
Fakta Ulat Kucing
Ulat kucing kini disebut sebagai ulat pembunuh manusia. Ulat ini dikabarkan bisa menyebabkan kematian dalam waktu empat jam setelah menyuntikkan racunnya ke tubuh manusia.
Advertisement
M Syahril mengatakan, asal usul ancaman dari ulat berbulu ini belum jelas. Namun, dia memastikan ulat ini tidak bisa membunuh manusia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9228320/original/047525700_1783123095-1709028499068-2boca.jpg)
“Tidak ada fakta yang menyebutkan kalau ulat ini bisa membunuh manusia. Hoaks itu,” kata Syahril.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9228313/original/060032500_1783123093-1709028299742-snmdt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379390/original/086225100_1792598171-IMG-20261021-WA0136.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354211/original/074161500_1790043026-IMG-20260922-WA0013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379371/original/074555000_1792595130-IMG-20261021-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377144/original/028388400_1792406634-Kapolri_Jenderal_Suyudi_Ario_Seto.jpg)