Peradi Profesional membuka Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) di Gedung IASTH, Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (3/10). Kegiatan tersebut diikuti ratusan calon advokat dan mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai PKPA dengan jumlah peserta terbanyak.
Ketua Umum DPN Peradi Profesional Harris Arthur Hedar mengatakan, sebanyak 585 peserta hadir dari total 600 peserta yang mendaftar.
Menurut Harris, jumlah peserta tersebut bukan sekadar angka, melainkan bentuk kepercayaan sekaligus amanah bagi Peradi Profesional untuk menghadirkan pendidikan profesi advokat yang berkualitas dan mampu menjawab perkembangan dunia hukum.
“Peradi Profesional membawa satu komitmen yang tegas, bermutu, beretika, berkarakter. Nilai inilah yang menjadi arah pendidikan profesi advokat yang kami bangun. Bermutu dalam ilmu dan keterampilan hukum, beretika dalam menjalankan profesi, serta berkarakter dalam menjaga keberanian, integritas, dan tanggung jawab terhadap keadilan,” papar Harris.
Harris menekankan pendidikan profesi advokat tidak cukup hanya memberikan teori hukum. Menurutnya, pendidikan juga harus mampu membentuk calon advokat yang memiliki integritas dan menjunjung tinggi etika.
Ia meyakini PKPA yang digelar bersama UI dapat membentuk calon advokat yang mampu berpikir tajam, bekerja secara profesional, memegang teguh kode etik, serta memiliki keberanian moral dalam menghadapi persoalan hukum yang nyata.
“Advokat adalah officium nobile, profesi yang mulia, terhormat. Kemuliaannya bukan ditentukan oleh gelar atau atribut, tetapi oleh kompetensi, integritas, dan tanggung jawab dalam membela hak serta menjaga proses hukum yang adil,” jelasnya.
Lebih lanjut, Harris menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada UI atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin. Ia berharap perpaduan kekuatan akademik UI dan pengalaman profesi Peradi Profesional dapat melahirkan pendidikan profesi advokat yang relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai dasar dan kehormatan profesi.
“Ke depan, dan sedang berlangsung saat ini, Peradi Profesional terus memperluas PKPA dan juga sedang melakukan kerja sama dengan beberapa kampus untuk melakukan program pendidikan profesi advokat bersama seluruh perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia, agar akses pendidikan profesi yang bermutu semakin luas dan standar kualitas advokat semakin kuat,” katanya.
Harris juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menjaga kualitas pendidikan dan membangun integritas. Ia mengingatkan para peserta agar tidak sekadar bercita-cita menjadi advokat yang berhasil, tetapi menjadi advokat yang kehadirannya memiliki arti bagi para pencari keadilan di Indonesia.
“Indonesia membutuhkan advokat yang cerdas tetapi tetap rendah hati. Berani tetapi tetap beretika. Kuat dalam argumentasi tetapi tidak kehilangan nurani. Itulah advokat Peradi Profesional. Bermutu, beretika, dan berkarakter,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UI Prof. Heri Hermansyah mengatakan penyelenggaraan PKPA tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara UI dan Peradi Profesional. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi tonggak kerja sama antara kedua pihak.
“Setelah dari pendidikan ini tentunya kita berharap bahwa para peserta yang mengikuti PKPA dengan UI dan Peradi Profesional ini bisa kemudian lancar sampai diangkat sumpah, dan kemudian menjadi sarjana yang mengisi berbagai profesi sarjana hukum, profesi pengacara, ataupun profesi yang terkait dengan itu," tutur Heri.
Menurut Heri, para peserta nantinya diharapkan dapat turut mewarnai Indonesia menjadi lebih baik serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dari situ semua, sambung dia, kemudian turut mewarnai Indonesia menjadi semakin baik lagi dan bahkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang kemudian membuat Indonesia makin tumbuh dan berkembang menjadi satu kekuatan yang besar.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9364798/original/049334500_1791035991-WhatsApp_Image_2026-10-03_at_15.40.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379179/original/094790200_1792577633-IMG-20261021-WA0042.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379162/original/050455900_1792576666-IMG-20261021-WA0016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379163/original/039457900_1792576706-Dinkes_Kota_Cirebon_konferensi_pers_penanganan_korban_keracunan_di_Kota_Cirebon__Jawa_Barat.__foto_antara_..jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379135/original/010106800_1792575917-IMG_0193.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379007/original/032479800_1792571001-IMG_0449.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)