Salah seorang korban ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta menceritakan kisah menyeramkan saat terjadi penyerangan pada Jumat (7/11). Ardila, salah seorang korban tersebut, mengungkap saat terjadi ledakan tidak menyadari kepalanya berdarah dan memilih lari keluar masjid karena ketakutan.
"Posisi salat, saya di tengah masjid dekat tiang itu, di tengah-tengah pokoknya. Ledakan di sebelah kanan. Jaraknya kira-kira 5 meter. Kalau yang pas salat pertama kali terus kencang ledakannya. Dua kali ledakan itu," kata siswa tersebut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8610772/original/018165300_1782593484-1762747651033-7v2us.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375421/original/092776900_1792145327-2fe8102c-4252-4820-b93b-e4ff08d03178.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375415/original/031930000_1792144767-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_16.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375393/original/089284300_1792143635-261016_101353_f3d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375368/original/059578300_1792141227-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374348/original/023217800_1792047459-IMG_3364.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375331/original/043576300_1792139902-IMG_3393.jpeg)