Kecelakaan maut yang terjadi di jalur Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kembali menelan korban jiwa. Insiden tragis yang melibatkan sebuah bus pariwisata ini kini telah menyebabkan jumlah korban meninggal dunia bertambah. Salah satu korban kritis, Betty, menghembuskan napas terakhir pada Selasa petang di Rumah Sakit Bina Sehat Jember.
Betty, seorang perawat di RS Bina Sehat, sebelumnya dirawat intensif di RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo. Kondisinya yang belum stabil menjadi pertimbangan utama mengapa ia tidak langsung dipindahkan bersama korban luka lainnya. Setelah menunjukkan sedikit peningkatan, ia akhirnya dipindahkan untuk penanganan medis lebih lanjut.
Direktur Utama RS Bina Sehat Jember, dr. Faida, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Betty. Ia menjelaskan bahwa tim medis telah siap siaga untuk melakukan operasi. Namun, takdir berkata lain, Betty meninggal dunia sebelum sempat menjalani prosedur tersebut, menambah daftar panjang korban dari insiden bus pariwisata nahas tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Meninggalnya Betty
Betty, yang merupakan perawat di RS Bina Sehat, awalnya tidak langsung dipindahkan bersama korban luka lainnya. Ia ditinggalkan di RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo karena kondisinya masih belum stabil. Keputusan ini diambil untuk memastikan penanganan awal yang optimal bagi dirinya.
Setelah kondisinya menunjukkan sedikit peningkatan kesadaran, keluarga bersepakat untuk memindahkannya ke RS Bina Sehat Jember. Pemindahan ini dilakukan dengan harapan Betty dapat segera menjalani operasi. Tim medis telah bersiap untuk prosedur tersebut.
Proses penjemputan Betty dilakukan dengan sangat hati-hati menggunakan kendaraan khusus dari RS Al Huda. Kendaraan tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan medis penting. Di antaranya ada patient monitor, defibrilator, ventilator portabel, syringe pump, serta emergency box.
Advertisement
Meskipun segala upaya telah dilakukan, kondisi Betty kembali menurun drastis sebelum masuk ruang operasi. Ia menghembuskan napas terakhir pada pukul 17:58 WIB. Dokter Faida mengungkapkan bahwa tim medis sudah siap, namun takdir berkata lain. "Saya sudah meminta tim operasi dan kamar operasi untuk tetap siaga apabila sewaktu-waktu akan dilakukan operasi, namun takdirnya lain. Kami baru selesai tahlil untuk delapan korban, kini Betty juga meninggal," tuturnya.
Advertisement
Ralat Informasi dan Daftar Korban Kecelakaan Bromo
Pihak RS Bina Sehat juga memberikan klarifikasi terkait informasi awal mengenai kondisi Betty. Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa Betty dalam keadaan hamil tiga bulan. Namun, informasi tersebut kini telah diralat secara resmi.
Kepala Instalasi Rawat Inap RS Bina Sehat, dr. Tontowi Jauhari, menjelaskan hasil pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil USG yang dilakukan oleh RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo, Betty dipastikan tidak dalam kondisi hamil. Klarifikasi ini penting untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Dengan meninggalnya Betty, jumlah korban kecelakaan maut di jalur Gunung Bromo kini menjadi sembilan orang. Daftar nama korban meninggal dunia meliputi Bela Puteri Kayila Nurjati (10), Hendra Pratama (37), Arti Wibowati (34), Wardatus Soleha (35), Aiza Fahrani Agustin (7), Desi Eka Agustini (33), Nasha Azkiya Naygara (14), Hesti Purba Wredhamaya (39), dan Betty.
Advertisement
Dari sembilan korban tersebut, terdapat satu keluarga yang seluruhnya meninggal dunia dalam insiden tragis ini. Mereka adalah Hendra Pratama, seorang cleaning service RS Bina Sehat, bersama istrinya Wardatus Soleha, dan putri mereka Aiza Fahrani Agustin. Kehilangan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerja.
Sumber: AntaraNews