Fakta Unik: Timbulan Sampah 1.000 Ton/Hari, PSEL TPA Jatibarang Siap Jadi Percontohan Nasional

Pemerintah Kota Semarang siap menjadikan PSEL TPA Jatibarang sebagai proyek percontohan nasional dalam pengelolaan sampah menjadi energi listrik, mengatasi 1.000 ton sampah harian dan mendukung energi bersih.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Timbulan Sampah 1.000 Ton/Hari, PSEL TPA Jatibarang Siap Jadi Percontohan Nasional
Pemerintah Kota Semarang siap menjadikan PSEL TPA Jatibarang sebagai proyek percontohan nasional dalam pengelolaan sampah menjadi energi listrik, mengatasi 1.000 ton sampah harian dan mendukung energi bersih. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, secara resmi menyatakan kesiapan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang untuk menjadi proyek percontohan pembangunan instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat menerima kunjungan dari Kementerian Lingkungan Hidup di Gedung Balai Kota Semarang pada Kamis lalu.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Semarang untuk mendukung strategi nasional dalam penanganan sampah yang berkelanjutan serta transisi menuju energi ramah lingkungan. Proyek PSEL ini diharapkan dapat memberikan solusi modern bagi permasalahan sampah perkotaan yang terus meningkat.

Dengan adanya PSEL, Kota Semarang tidak hanya akan memperkuat sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, tetapi juga akan menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Proyek ini juga berpotensi menjadi model bagi kawasan Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang, dan Purwodadi) dalam pengelolaan sampah terintegrasi.

Komitmen Pemkot Semarang Atasi Timbulan Sampah

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa Pemkot Semarang siap mendukung program yang dicanangkan oleh Presiden terkait pengelolaan sampah. "Pemkot Semarang menyatakan siap mendukung program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Proyek ini merupakan solusi pengelolaan sampah modern sekaligus menjadikan sampah sebagai energi listrik bagi masyarakat," katanya.

Kota Semarang menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah perkotaan, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi. Timbulan sampah di TPA Jatibarang saat ini telah mencapai lebih dari 1.000 ton per hari, sebuah angka yang memerlukan penanganan komprehensif.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemkot Semarang telah mengambil berbagai langkah. Upaya tersebut meliputi penambahan armada pengangkutan sampah, edukasi masyarakat melalui program 'Semarang Bersih' dan 'Semarang Wegah Nyampah', serta menggandeng program CSR dari berbagai pihak. Bahkan, anggaran Rp50 miliar telah dialokasikan untuk menambah area pembuangan sampah baru seluas 11 hektare.

Kesiapan TPA Jatibarang dan Verifikasi Pusat

Sebagai prioritas pada tahun 2026, Pemkot Semarang telah menyiapkan sejumlah rencana pembenahan TPA Jatibarang untuk mendukung proyek PSEL. Rencana ini mencakup peningkatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), penguatan sanitary landfill, pembangunan instalasi gas metana, hingga mitigasi bencana kebakaran. "Oleh karena itu, dengan kedatangan dari tim pemerintah pusat, pembangunan proyek PSEL ini dapat segera dilaksanakan," tambah Agustina.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (B3 KLH/BPLH), Firdaus Alim Damopoli, menyatakan bahwa timnya telah melakukan verifikasi lapangan. Proses verifikasi ini dilakukan bersama Kementerian Keuangan, Danantara, dan PLN di lokasi pembangunan PSEL TPA Jatibarang.

Hasil verifikasi menunjukkan kesiapan yang memadai dari TPA Jatibarang. "Kami sudah melihat kesiapan lahannya. Dari sisi luasan memenuhi dan sesuai RTRW Kota Semarang, strategis untuk menampung dan mengelola sampah hingga ke sekitar Kota Semarang," ujar Firdaus. Selain itu, timbulan sampah yang mencapai 1.000 ton per hari juga dinilai mencukupi, dan sumber air yang dibutuhkan untuk operasional PSEL tergolong dekat, sekitar 660 meter dari titik lokasi. "Ini sudah memperlihatkan kesiapan dari Kota Semarang untuk menjadi model pengelolaan kawasan yang terintegrasi berbasis energi," pungkas Firdaus.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi