Satu Kelas Indonesia, Ruang Bertumbuh Perempuan Lewat Program Pemberdayaan

Bukan sekadar komunitas, Satu Kelas Indonesia lahir sebagai wadah pembelajaran, pemberdayaan, dan pertemuan ide-ide besar dari perempuan biasa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Satu Kelas Indonesia, Ruang Bertumbuh Perempuan Lewat Program Pemberdayaan
Satu Kelas Indonesia, Ruang Bertumbuh Perempuan Lewat Program Pemberdayaan (istimewa)

Ketika banyak orang melihat kemajuan zaman dan percepatan teknologi sebagai masa surut dan keterbatasan, Nyayu Miranti justru melihatnya sebagai momentum untuk bergerak lebih luas.

Dari balik layar kesibukannya di dunia wedding dan dekorasi pernikahan, pemilik akun TikTok @nyayumiranti ini menciptakan sebuah ruang yang hingga kini terus tumbuh dan berdampak: Satu Kelas Indonesia.

Bukan sekadar komunitas, Satu Kelas Indonesia lahir sebagai wadah pembelajaran, pemberdayaan, dan pertemuan ide-ide besar dari perempuan biasa yang ingin menjadi luar biasa.

Nyayu membangun platform ini dari keresahan dan empati yang ia rasakan ketika melihat banyak ibu rumah tangga dan perempuan muda kehilangan arah dan kesulitan mengikuti perkembangan zaman, sehingga berdampak pada aktualisasi diri.

"Awalnya saya cuma ingin berbagi semangat. Saya tahu rasanya bingung, tidak tahu harus mulai dari mana. Apalagi saat situasi begitu tidak pasti," kenang Nyayu, Selasa (3/6).

Dari sebuah kelas online kecil yang diikuti belasan peserta, lahirlah program-program lanjutan yang lebih terstruktur, workshop kewirausahaan, sesi pengembangan diri, mentoring UMKM, hingga pelatihan digital marketing. Semua dirancang dengan pendekatan yang hangat dan membumi.

Filosofi Satu Kelas Indonesia sederhana namun kuat: satu kelas, satu langkah, satu perubahan.

Nyayu percaya bahwa setiap perempuan punya potensi besar dalam dirinya yang seringkali terkubur karena keterbatasan akses, rasa tidak percaya diri, atau kurangnya dukungan.

Melalui program empowerment yang ia susun, para peserta tidak hanya belajar keterampilan teknis seperti membuat produk, mengelola keuangan, atau memasarkan secara digital.

Mereka pun diberi ruang untuk menyuarakan keresahan, membangun jejaring, dan menemukan kembali jati diri mereka sebagai perempuan yang berdaya. Dengan langkah ini, diharapkan kelak suatu hari mereka akan muncul sebagai mentor-mentor yang baru.

"Ada peserta yang awalnya nggak berani bicara di depan kamera, sekarang sudah punya akun jualan sendiri dan rutin live. Buat saya itu bukan pencapaian kecil," ujar Nyayu.

Tak Hanya Bergerak Daring

Satu Kelas Indonesia tidak hanya bergerak secara daring. Ketika kondisi memungkinkan, Nyayu rutin menggelar kelas-kelas tatap muka, pelatihan di komunitas, bahkan menjalin kerja sama dengan lembaga lain untuk menjangkau perempuan di berbagai daerah.

Hal yang membedakan program ini dari pelatihan biasa adalah pendekatannya yang sangat personal. Tidak ada gap antara mentor dan peserta. Semua dianggap setara. Semua adalah pembelajar.

"Di sini kita semua sama-sama belajar. Saya pun masih terus belajar dari mereka, tentang semangat, perjuangan, dan ketulusan," ucapnya

Saat ini, Satu Kelas Indonesia telah menjangkau ratusan perempuan di berbagai kota. Banyak dari mereka kini menjalankan usaha kecil-kecilan, menjadi narasumber di komunitas, bahkan membuka lapangan kerja sendiri.

Satu hal yang lebih penting lagi, mereka menemukan keberanian untuk memulai dan bertahan serta berani beraktualisasi diri.

Nyayu Miranti tidak pernah mengklaim sebagai orang yang paling tahu. Ia hanya ingin menjadi jembatan. Memberi ruang bagi perempuan untuk merasa cukup, merasa mampu, dan merasa pantas bermimpi.

Bersama Satu Kelas Indonesia, Nyayu Miranti membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kelas kecil. Karena setiap langkah berarti, dan setiap perempuan punya potensi untuk bersinar

Rekomendasi