Wakil Menteri Sosial Agus Jabo mengaku, pihaknya khawatir sekolah rakyat tidak tepat sasaran. Dia mengaku risau anak-anak dari golongan orang kaya bersekolah di sekolah rakyat.
Kekhawatiran itu, lantaran fasilitas yang ada di sekolah rakyat nantinya akan setara dengan sekolah unggulan.
"Jadi ini walaupun untuk orang miskin, fasilitasnya yang diberikan oleh Presiden (Prabowo Subianto) semuanya adalah unggulan. Makanya lahannya 8,5 hektare. Supaya ada laboratoriumnya, supaya ada lapangan olahraganya, supaya ada tempat-tempat untuk praktik, misalkan pertanian, perikanan, jadi semua kompetensi yang ada di situ," kata Agus, saat diskusi bersama PCO, di Jakarta, Jumat (24/5).
"Yang kita khawatirkan di Kemensos, karena sekolah ini bagus, pasti orang kaya pun ingin menyekolahkan anaknya di situ. Gitu lho," sambungnya.
Advertisement
Sekolah Rakyat akan Selektif
Oleh sebab itu, Kemensos akan betul-betul selektif dalam memilih calon siswa yang bersekolah di sekolah rakyat. Agar, tujuan Presiden Prabowo Subianto dalam memutus mata rantai kemiskinan dapat terwujud.
"Makanya kemudian, dalam asesmen calon siswa itu kita betul-betul ketat. Asesmennya Kemensos bekerjasama dengan pihak-pihak lain, supaya calon siswa benar-benar dari orang miskin. Karena Presiden tujuannya adalah memuliakan orang-orang miskin dan memotong transmisi kemiskinan," ujar dia.
Agus pun mengimbau agar, masyarakat yang tidak masuk kategori orang miskin untuk tidak mendaftarkan anak-anaknya di sekolah rakyat.
"Silakan orang kaya sekolah di sekolah sekolah yang seusia dengan keinginan mereka, dan jangan masuk di sekolah rakyat ini. Karena ini memang untuk rakyat kita yang masih miskin atau miskin ekstrem," pungkasnya.