Dinkes Palembang Catat Banyak Warga Positif Covid-19 karena Belum Vaksinasi

Dinas Kesehatan Kota Palembang menyebut warga yang terpapar Covid-19 banyak yang belum menjalani vaksinasi. Fakta ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk bersedia divaksinasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir penularan virus.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Dinkes Palembang Catat Banyak Warga Positif Covid-19 karena Belum Vaksinasi
Ilustrasi. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Dinas Kesehatan Kota Palembang menyebut warga yang terpapar Covid-19 banyak yang belum menjalani vaksinasi. Fakta ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk bersedia divaksinasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir penularan virus.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Palembang Yudhi Setiawan mengungkapkan, pihaknya belum mencatat secara rinci jumlah pasien Covid-19 yang sudah dan belum divaksinasi. Namun secara umum orang yang terpapar virus corona belum menjalani vaksinasi.

"Secara umum orang yang terpapar Covid-19 lebih banyak yang belum divaksin ketimbang yang sudah divaksin," ungkap Yudhi, Rabu (17/11).

Vaksinasi juga dinilai dapat mencegah risiko kematian yang disebabkan virus tersebut. Mayoritas kasus kematian akibat Covid-19 di kota itu terjadi pada pasien yang belum divaksinasi.

"Lebih dari 90 persen pasien Covid-19 yang meninggal adalah mereka yang belum divaksin," ujarnya.

Meski sudah divaksinasi, kata dia, bukan berarti dapat bebas dari penularan. Penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin menjadi cara tepat agar meminimalisir terkonfirmasi dan risiko buruk yang ditimbulkan.

Hal ini dibuktikan dengan kasus tambahan kasus terkonfirmasi positif pada 16 November 2021. Dari tiga kasus, dua di antaranya tercatat sudah dua kali menjalani vaksinasi.

"Tapi dua pasien yang sudah divaksin itu lebih cepat sehat ketimbang pasien belum divaksin," lanjutnya.

Kepala Dinkes Sumsel Lesty Nurainy mengatakan, pihaknya terus melakukan vaksinasi di seluruh kabupaten dan kota dengan berbagai metode, seperti jemput bola, undangan, maupun secara massal, dan lainnya. Hal itu bertujuan agar warga bersedia divaksin tanpa ada keraguan dan ketakutan.

"Setiap hari digelar di setiap fasilitas pelayanan kesehatan atau di tempat-tempat umum secara massa," terang dia.

Hingga 16 November 2021, sebanyak 3.125.967 warga Sumsel atau 49,59 persen sudah divaksin dosis satu. Sedangkan dosis dua sebanyak 28,48 persen dari jumlah sasaran 6.303.096 orang dan dosis ketiga sebanyak 70,26 persen.

"Angkanya terus naik seiring gencarnya vaksinasi. Kami targetkan akhir tahun sudah tembus 70 persen dan awal tahun nanti sudah tercapai kekebalan komunal," pungkasnya.

Rekomendasi