Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan tren kenaikan kasus positif di dunia dalam minggu ini alami kenaikan sekitar 2 persen, di Eropa naik sampai 23 persen dan Amerika Selatan naik 13 persen. Jokowi membeberkan terdapat tiga pemicu kenaikan kasus di beberapa negara tersebut mulai dari relaksasi yang terlalu cepat, protokol kesehatan tidak disiplin hingga pembelajaran tatap muka di sekolah.
"Pertama, relaksasi yang terlalu cepat dan tidak melalui tahapan-tahapan. Kedua, protokol kesehatan yang tidak disiplin lagi, misalnya kebijakan lepas masker di sejumlah negara. Ketiga, pembelajaran tatap muka di sekolah," kata Jokowi saat memberikan arahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (25/10).
Jokowi pun mengingatkan kepada para kepada daerah untuk tetap waspada dengan adanya pembelajaran tatap muka terbatas (PTM). Dia juga meminta agar protokol kesehatan dijaga.
"Hati-hati juga mengenai sekolah, yaitu pembelajaran tatap muka. Tiga hal ini agar kita semuanya hati-hati," lanjutnya.
Mantan Wali Kota Solo tersebut pun membeberkan protokol kesehatan di sekolah harus dijalankan secara disiplin dan ketat terutama di sejumlah area seperti kantin dan tempat parkir. Selain itu, Jokowi juga meminta agar para kepala daerah dan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk turut mengingatkan pihak sekolah.
"Kita juga perlu pengawasan lapangan. Manajemen pengawasan lapangan ini sangat diperlukan sehingga kejadian-kejadian yang ada di negara lain tidak terjadi di sini," ungkapnya.
Dia pun juga meminta agar pembelajaran tatap muka tetap didorong dan beriringan dengan percepatan vaksinasi terhadap anak murid. Sehingga pendidikan di Indonesia tetap bisa berkualitas.
"Saya berharap agar pembelajaran tatap muka terus didorong, tetapi juga percepatan vaksinasi terhadap anak-anak kita, murid-murid kita juga dipercepat. Pendidikan yang tetap berkualitas harus kita hadirkan di tengah-tengah anak didik kita," tandasnya.