Jokowi Ingatkan Pelajar Jaga Prokes saat Belajar Tatap Muka, Terutama Pakai Masker

Jokowi menekankan, pembelajaran tatap muka terbatas tak boleh dilakukan di daerah yang berstatus PPKM level 4. Selain itu, pelajar harus divaksin Covid-19 terlebih dahulu sebelum belajar tatap muka di sekolah.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Jokowi Ingatkan Pelajar Jaga Prokes saat Belajar Tatap Muka, Terutama Pakai Masker
Jokowi Bersama Puan Maharani meninjau vaksinasi di Serang. ©2021 Twitter.com/jokowi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan para pelajar dan santri untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Hal ini agar para pelajar tak terpapar Covid-19.

"Kalau level kota/kabupaten sudah (PPKM) level 3, silakan belajar tatap muka. Tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat, utamanya memakai masker," katanya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMA Negeri 2 Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, Kamis (23/9).

Dia menekankan, pembelajaran tatap muka terbatas tak boleh dilakukan di daerah yang berstatus PPKM level 4. Selain itu, pelajar harus divaksin Covid-19 terlebih dahulu sebelum belajar tatap muka di sekolah.

"Jadi anak-anakku semuanya, nanti setelah disuntik (vaksin), suntikan pertama bisa langsung melakukan pembelajaran tatap muka, tetapi terbatas," jelasnya.

"Satu kelas bisa 30 persen, bisa 50 persen, tetapi untuk kota dan kabupaten yang levelnya 3, 2 atau 1. Kalau masih level 4 tidak diperbolehkan," sambung Jokowi.

Adapun kegiatan vaksinasi Covid-19 massal untuk pelajar dan santri ini diadakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Total ada 107.000 pelajar dan santri di 10 provinsi yang mengikuti program vaksinasi tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengungkapkan, terdapat 1.303 klaster Covid-19 PTM terbatas pada sekolah di Indonesia.

Mengutip data survei Kemendikbudristek melalui laman https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/, Kamis, 23 September 2021, dari ratusan klaster itu sebanyak 7.287 guru dan tenaga kependidikan 15.456 siswa terkonfirmasi positif Covid-19 selama PTM terbatas.

Jawa Timur tercatat mendominasi temuan klaster penularan Covid-19 pada sekolah ini. Sebanyak 165 atau 2,77 persen sekolah di Jawa Timur menjadi klaster penyebaran Covid-19 selama PTM terbatas.

Hal itu diakibatkan adanya 917 guru dan tenaga kependidikan serta 2.507 siswa di Jawa Timur yang terkonfirmasi positif Covid-19 selama jalannya PTM terbatas.

Reporter: Lisza Egeham/Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi