Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Sebanyak 10 hektare lahan mineral terbakar dan kini masih dipadamkan petugas.
Karhutla terjadi di lahan mineral di Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sabtu (18/7). Lokasi kebakaran berada di sekitar tol Palembang-Indralaya (Palindra).
Koordinator Pencegahan Karhutla Manggala Agni Daops Sumatera XIV Ogan Ilir dan Banyuasin Ujang Sultan mengungkapkan, tim darat baru berhasil memadamkan api seluas 3 hektare, sisanya masih dilakukan pemadaman. Pemadaman terkendala angin kencang dan helikopter batal mengebom air dari udara karena susah mencari air lantaran sungai di sekitar kering.
"Terjadi karhutla di Ogan Ilir, sekitar 10 hektare, baru padam 3 hektare. Sekarang masih proses pemadaman," ungkap Ujang, Senin (19/8).
Menurut dia, api cepat membesar karena lahan dan gambut mulai kering setelah tak diguyur hujan cukup lama. Kondisi ini perlu diwaspadai karena akan memasuki puncak kemarau pada Agustus dan September 2021.
"Sumber air sudah menipis, perlu kewaspadaan bersama agar tidak terjadi kebakaran," kata dia.
Sepanjang bulan ini, pihaknya telah memadamkan empat karhutla. Mayoritas lahan yang terbakar adalah lahan kosong atau lahan tidur.
"Kita khawatirkan karhutla terus terjadi saat puncak musim kemarau nanti. Tim terus patroli untuk memantau situasi di lapangan, segera ditangani jika ada kejadian," pungkasnya.