Banjir di Bulukumba, 4 Jembatan Rusak Berat dan Terputus

Banjir menerjang Kabupaten Bulukumba pada Kamis (8/7), sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Banjir yang terjadi dipicu hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air Sungai Bejawan dan Sungai Balantieng meluap.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Banjir di Bulukumba, 4 Jembatan Rusak Berat dan Terputus
Banjir di Bulukumba. ©Istimewa

Banjir di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, telah surut. Namun, bencana tersebut telah menyebabkan sejumlah infrastruktur seperti jembatan dan rumah warga rusak.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba, lima unit rumah warga mengalami rusak berat. Sementara itu, 600 unit rumah lainnya terdampak.

"Sedangkan fasilitas publik, sebanyak 4 jembatan rusak berat atau terputus dan 1 lainnya rusak sedang," jelasnya melalui keterangan tertulis, Jumat (9/7).

Selain itu, banjir di Kabupaten Bulukumba mengakibatkan kerugian aset warga berupa hewan ternak terseret banjir serta sawah dan kebun terendam.

Banjir menerjang Kabupaten Bulukumba pada Kamis (8/7), sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Banjir yang terjadi dipicu hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air Sungai Bejawan dan Sungai Balantieng meluap.

Tercatat ada lima kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Bulukumba, yakni Kelurahan Dannuang (Kecamatan Ujung Loe), Desa Bontobangung, Batu Karopa, Kelurahan Palampang (Rilau Ale) dan Desa Tamaona dan Sopa (Kindang). Kemudian Desa Bonto Bulaeng (Bulukumpa) serta Desa Bukit Harapan dan Bijawang (Gantarang).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis perkembangan prakiraan cuaca untuk wilayah Sulawesi Selatan per tanggal 9 hingga 14 Juli 2021. Rilis BMKG menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Sementara analisis inaRISK menunjukkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Bulukumba memiliki potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 10 kecamatan berada pada potensi tersebut, antara lain Gantarang, Ujung Bulu, Ujung Loe, Bonto Bahari, Bontotiro, Hero Langeolange, Kajang, Bulukumpa, Rilau Ale dan Kindang.

"Menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga," kata Abdul Muhari.

Rekomendasi