Balita di Timor Tengah Selatan Tewas Terseret Arus Saluran Irigasi

PHH, seorang balita di Desa Linamnutu l, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur tewas saat mandi di saluran irigasi. Korban yang selama ini tinggal dengan kakeknya itu tewas terbawa arus sejauh 600 meter.

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Balita di Timor Tengah Selatan Tewas Terseret Arus Saluran Irigasi
Garis polisi. ©2021 Merdeka.com/bram salam

PHH, seorang balita di Desa Linamnutu l, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur tewas saat mandi di saluran irigasi. Korban yang selama ini tinggal dengan kakeknya itu tewas terbawa arus sejauh 600 meter.

Kondisi korban ditemukan tersangkut di pintu air BB 5 oleh warga bernama Yusak Sakan, dan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

"Pada saat itu air yang keluar dari mulut dan hidung korban sekitar satu gayung. Pada saat itu juga nyawa korban sudah tidak bisa tertolong," kata Kapolsek Amanuban Selatan, Ipda Maks Tameno, Senin (24/5).

Kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WITA, korban bersama kakeknya pergi ke saluran irigasi yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumah.

Setelah tiba di lokasi, kakeknya menyuruh korban untuk mandi di tangga pertama dengan menggunakan gayung. Namun korban melempar kakeknya dengan batu dan menyuruh kakeknya untuk duduk jauh dari korban, dengan alasan ingin mandi sendiri.

Kakek korban kemudian menjauh dan ke rumah Erni Fina yang jaraknya sekitar 15 meter dari lokasi irigasi.

Saat itu seorang anak bernama Sony Benu (10), yang melintasi jembatan penyeberangan kayu yang jaraknya dari lokasi kejadian sekitar 20 meter, mendengar teriakan korban memanggil namanya dari dalam saluran irigasi.

Sony masuk ke dalam saluran irigasi dan melihat korban terbawa arus air yang deras. Sony pun meloncat ke dalam air untuk menolong korban. Ia sempat memegang tangan korban, namun karena arus deras sehingga tangan korban terlepas.

Sony sempat menangkap dan memegang rambut korban tetapi karena tidak kuat menahan korban karena arus deras, maka pegangannya terlepas dan korban hanyut.

Sony kemudian keluar dari dalam saluran dan berteriak minta tolong kalau korban tenggelam. Wilson Asabat (33), petugas PLN yang juga warga Dusun ll, Desa Linamnutu Kecamatan Amanuban Selatan mendengar teriakan Sony Benu.

Dia berlari dari dalam sawah yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi kejadian melompat masuk ke dalam saluran irigasi, untuk mencari korban tetapi tidak menemukan korban.

Wilson keluar kembali dari dalam saluran dan berlari melewati pinggir saluran irigasi untuk mengejar korban yang terbawa arus.

Jarak sekitar 200 meter, ia kembali masuk ke dalam saluran irigasi untuk mencari korban namun karena arus deras maka ia keluar dan tidak menemukan korban.

Robi Nenosono yang juga mendengar teriakan Sony Benu menuju ke arah teriakan, karena ia tidak bisa berenang sehingga tidak masuk kedalam air hanya di pinggir saluran irigasi.

Kakek korban, Nitanael Hauteas juga mengakui kalau ia mendengar teriakan warga mengenai kejadian yang dialami cucunya. Dia ke saluran irigasi tempat korban mandi dan mendapat informasi bahwa yang tenggelam adalah cucunya.

Jenazah korban diserahkan kepada kakeknya Nitanael Hauteas dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

"Pada saat setelah kejadian pihak keluarga tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak pemerintah desa, pihak kepolisian maupun kepada pihak medis. Sehingga setelah kejadian tersebut korban tidak dilakukan pemeriksaan medis," ungkap Maks Tameno.

Rekomendasi