Satgas: Kasus Aktif Covid-19 di RI Rendah Karena Tes Masih di Bawah Target

WHO menetapkan jumlah testing 1/1000 dari jumlah penduduk per minggu. Sehingga, Indonesia seharusnya mampu melakukan 267.000 tes per minggu atau 38.000 tes per hari.

Rifa Yusya Adilah
Oleh Rifa Yusya Adilah- Reporter
Satgas: Kasus Aktif Covid-19 di RI Rendah Karena Tes Masih di Bawah Target
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. ©2020 Istimewa

Kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 282.274 pada Selasa (29/9). Dari jumlah tersebut, ditemukan kasus aktif sebanyak 61.236 atau 21,6 persen.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan jumlah kasus aktif tersebut memang terbilang cukup rendah bila dibandingkan dengan negara lain. Namun, perlu diakui bahwa jumlah tes dan tracing di Indonesia masih rendah. Jadi, kata Wiku, rendahnya jumlah kasus aktif tidak menjamin bahwa kasus Covid-19 di Indonesia juga rendah.

"Rendahnya persentase rata-rata kasus Covid yang aktif Indonesia karena pemerintah Indonesia juga masih rendah dalam melakukan testing dan tracing," ujar Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan di akun youtube Sekretariat Presiden, Selasa (29/9).

Persentase testing di Indonesia, kata Wiku, masih di bawah target yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). WHO menetapkan jumlah testing 1/1000 dari jumlah penduduk per minggu. Sehingga, Indonesia seharusnya mampu melakukan 267.000 tes per minggu atau 38.000 tes per hari.

Pada hari ini, jumlah tes di Indonesia 37.158. Sebenarnya, jumlah tes beberapa minggu belakangan ini sudah cukup baik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang kerap kali di bawah 30 ribu.

Meskipun jumlah tes naik, namun Wiku mengatakan bahwa masih ada ketimpangan tes di Indonesia. Sehingga, kenaikan jumlah tes tersebut tidak berarti jumlah tes di setiap provinsi juga naik. Hanya ada 5 provinsi yang jumlah tesnya sudah di atas standar WHO.

"Meskipun testing kita masih belum mencapai target WHO, namun ada 5 provinsi yang sudah melakukan tes di atas standar WHO," ujarnya.

Dia berharap, ke depannya 5 provinsi tersebut bisa mempertahankan jumlah tes yang sudah di atas standar WHO. Sebab, kelima provinsi itu sangat berkontribusi terhadap jumlah kasus aktif di Indonesia

"Semoga 5 provinsi itu tidak akan turun (jumlah tesnya). Angka terus didorong menjadi lebih baik. Hal ini akan berkontribusi terhadap rendahnya kasus aktif di Indonesia karena treatment berikutnya adalah merawat mereka. Sehingga potensi kesembuhannya juga akan meningkat," ujarnya.

Kelima provinsi yang jumlah tesnya tinggi yaitu DKI Jakarta, 3.084 tes per 1 juta penduduk, Kalimantan Timur 2.154 tes, Yogyakarta 1.198, Sulawesi Utara 1.197, dan Kalimantan Selatan 1.128 per satu juta penduduk.

Rekomendasi