Tim Khusus Bentukan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana telah mengungkap kasus kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo. Berdasarkan fakta, polisi menduga kalau Yodi depresi hingga akhirnya bunuh diri dan mayatnya baru ditemukan selang tiga hari di pinggir Jalan Tol Jorr Ulujami, Jakarta Selatan.
Kendati telah terungkap, orangtua Yodi, Suwandi mengaku tak percaya anaknya bunuh diri.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, kalau sebelum bunuh diri, Yodi diketahui ke RSCM, Jakarta Pusat. Hal ini diketahui berdasarkan penyelidikan.
"Ke RSCM itu beberapa hari sebelum kematiannya. Dan ada dokternya sudah diperiksa, resepsionisnya sudah diperiksa, tanggal bayarnya ada, hasil lab nya ada, masak iya saya ngarang-ngarang. Bayar pake debitnya ada, yang mana yang harus dibuktikan lagi," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (28/7).
Dalam konferensi pers yang digelar di Polda Metro Jaya pada Sabtu (25/7) pakaian Yodi ditampilkan. Namun, pakaian Yodi dibungkus rapih oleh penyidik sehingga bercak darah almarhum tak terlihat.
Tubagus menegaskan, alasannya pihaknya menutupi rapat-rapat baju Yodi karena bau amis yang timbul dari darah tersebut. Sehingga, pakaian almarhum dibungkus rapat.
"Bajunya dibungkus karena bau darah. Masak iya para wartawan tidak tahu, nggak nyium itu (bau darah)," tegasnya.
"Kalau saya sih wajar. Saya berempati saja, saya tidak dalam kapasitas memaksakan keyakinan, ya nggak apa-apa. Kalau masalah darahnya itu banyak kok. Cuma nanti kalau ditampilkan yang penuh darah, nanti nggak enak lagi, nggak bagus gitu, kelihatan ada kejinya, kekerasan, tapi kalau dibilang nggak ada, ada kok, tapi masak iya itu ditampilkan ke media juga," pungkasnya.
Advertisement
Sebelumnya, Ayah Yodi, Suwandi mengungkap kejanggalan kematian Yodi jika disebut bunuh diri. Sebab, katanya, di pakaian anaknya tersebut tak ada bekas darah dalam jumlah banyak.
Sehingga, dia menyangsikan apabila Yodi selama tiga hari itu berada di lokasi dia ditemukan.
"Mau 3 hari sebulan itu kan telungkup namanya darah nempel di badan pasti ada bekas-bekasnya di baju, nggak mungkin bajunya itu langsung bersih sendiri. Itu kan posisi terlungkup.
Paling nggak ada bekas-bekasnya lah, atau keringatan saja di bajunya bergelombang biar udah kering, apalagi ini darah. Kalaupun dia pakai kaos, pakai apa darah menggumpal pasti ada di kaos itu. Dari segitu saja orang pakai nalarnya saja sudah nggak masuk akal," bebernya.
Suwandi pernah meminta penjelasan polisi tentang bagaimana proses bunuh diri Yodi. Namun, ayahnya tak pernah diberitahu. Sehingga, dia menyangsikan jika Yodi tewas bunuh diri.
"Makanya polisi nggak pernah membahas itu, saya pernah meminta coba peragakan kalau anak saya bunuh diri di situ kasih tahu saya bunuh dirinya seperti apa? Apakah berdiri atau seperti apa? Kan nggak dijelasin di situ," pungkasnya.