Siswi Lompat dari Jembatan Merah Bogor Diduga Depresi Usai Ayah Meninggal

L merupakan pelajar di salah satu SMA swasta di Kota Bogor. Diduga mengalami depresi usai ayahnya meninggal dunia belum lama ini. L kini tinggal bersama tantenya di Desa Kreteg Kaler, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Rasyid Ali
Oleh Rasyid Ali - Reporter
Siswi Lompat dari Jembatan Merah Bogor Diduga Depresi Usai Ayah Meninggal
Ilustrasi Jatuh dari Gedung. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Kondisi siswi yang melompat dari Jembatan Merah, Kota Bogor, mulai membaik meski masih dalam perawatan di RSUD Kota Bogor, Selasa (3/9). Siswi berinisial L masih dalam keadaan syok dan trauma berat usai coba melompat dari ketinggian 25 meter ke Sungai Pakancilan.

"Sempat hanyut sebentar namun tersangkut dan bisa diselamatkan. Sekarang korban masih jalani perawatan di RSUD Kota Bogor. Kondisinya juga masih sadar," jelas Kapolsek Bogor Tengah Resor Bogor Kota, Komisaris Saefuddin Gayo.

"Sekarang (keluarga) sudah datang ke RSUD mendampingi pasien," katanya.

Akibat kejadian ini, warga bersama petugas kepolisian yang tengah mengatur lalu lintas di sekitar Jembatan Merah, lalu berusaha menyelamatkan korban dan mengevakuasinya ke rumah sakit.

Sementara pihak RSUD Kota Bogor mengimbau agar L menjalani rawat inap untuk memulihkan kondisinya, meski dia tidak mengalami luka fisik yang berarti.

"Kondisinya baik. Tidak ada luka bekas benturan atau apapun dan sudah dilakukan pemeriksaan darah, hasilnya juga baik. Perlu dirawat inap untuk memulihkan kondisinya. Nanti disiapkan ruangannya," ujar Humas RSUD Kota Bogor Taufik Rahmat.

Rekomendasi