Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo akan melepas jabatannya untuk dilantik menjadi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional (BKKBN). Rencananya pelantikan akan digelar pada Senin (1/7) mendatang. Hasto mengungkapkan dirinya akan mundur usai pelantikan sebagai Kepala BKKBN dilakukan.
"InsyaAllah, Senin (1/7) besok dilantik. Setelah saya dilantik besok ada berita acara pelantikan. Nanti itu akan dipakai untuk mengajukan kepada DPRD Kulon Progo bahwa saya mengundurkan diri. Setelah saya dilantik besok saya mengundurkan diri atas dasar SK dan berita acara," kata Hasto saat dihubungi wartawan, Jumat (28/6).
Hasto mengaku bersedia menerima tawaran Presiden Jokowi untuk menjabat Kepala BKKBN karena ada sejumlah pertimbangan. Salah satunya, sejumlah masalah tentang kependudukan dan KB yang harus segera diperbaiki demi kemajuan bangsa Indonesia.
"Ada keprihatinan tentang masalah kependudukan. Dalam arti program keluarga berencana perlu lebih disukseskan. Nasional ada target menurunkan angka kematian ibu dan bayi, pilarnya adalah keluarga. Di situ ada program kontrasepsi, pembangunan keluarga sejahtera," papar Hasto.
Politikus PDI Perjuangan ini pun beralasan latar belakangnya sebagai seorang dokter spesialis kandungan pun menjadi pertimbangan.
"Kunci utama mewujudkan derajat kesehatan, karena saya dokter kebidanan dan kandungan, saya merasa terpanggil ada target yang belum tercapai, perlu sekali mendapat perhatian bersama. Ada bonus demografi yang harus dimaksimalkan," papar Hasto.
Hasto menambahkan dirinya sebenarnya merasa berat untuk meninggalkan Kulon Progo. Meskipun demikian Hasto mengaku tetap akan berkontribusi memajukan dan menyejahterakan masyarakat Kulon Progo meskipun tak lagi menjadi Bupati.
"Dengan jabatan (Kepala BKKBN) ini Insyaallah masih bisa memajukan Kulon Progo secara tidak langsung," tutup Hasto.