Mantan Ketua Koordinator Bidang Polhukam Partai Golkar Yorrys Raweyai kembali diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan kali ini, kata Yorrys, untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait komunikasi Ketua DPR Setya Novanto dengan politikus Partai Golkar Markus Nari dan pengacara Rudi Alfonso yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum Golkar terkait kasus korupsi e-KTP."Pertama karena ada kekurangan sejak BAP yang pertama dikasih ke kejaksaan. Kemudian ada beberapa pertanyaan tambahan diminta lagi sehingga saya ditelepon hari Rabu untuk bisa hadir," kata Yorrys usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/10).Yorrys mengatakan, dalam pemeriksaannya tadi terkait kapasitasnya sebagai Ketua Koordinator Bidang Polhukam Partai Golkar saat itu. Kemudian Yorrys mengatakan Rudi Alfonso memiliki hubungan erat terkait kasus e-KTP."Punya korelasi dengan kasus e-KTP ini karena pertama Rudy Alfonso kan sebagai ketua bidang hukum dan juga sebagai ketua Mahkamah Partai yang punya hubungan erat dengan berbagai macam kasus-kasus yang menimpa kader kader partai Golkar," tambahnya.Dia mengatakan, dalam permasalahan e-KTP pernah dibahas dalam rapat internal Korbidnya. Yaitu tiga hal, tentang revisi UU KPK, pencekalan ketua umum yaitu Setya Novanto, dan Pansus angket KPK."Ya. Ya itu kan memang bidang saya. Dan kita waktu itu memang membicarakan itu kan. Seperti Pansus, revisi UU KPK. Bagaimana kemudian dulu ada bagaimana membuat surat atas nama DPR tentang pencekalan itu. Ini kan dibahas dulu," ungkap dia."Sehingga ini memiliki korelasi yang berimplikasi pada hal hak yang sekarang terjadi ini sehingga saya diminta masukan-masukan seperti pernah mendengar ada pertemuan-pertemuan di dalam rangka pencabutan BAP si Miryam, enggak pernah," tambah Yorrys.Lalu, saat diperiksa oleh KPK Yorrys juga ditanya terkait apakah pernah mengikuti grup advokasi. Kemudian masalah hubungan pribadi antara Rudi Alfonso dengan Ketua Umum, Setya Novanto. "Hal-hal secara umum dan disitu saya katakan dari awal kita prinsip mendukung pemberantasan korupsi," papar dia.Diketahui sebelumnya, Selasa (31/10) lalu Yorrys telah diperiksa oleh penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan perintangan penyidikan, proses persidangan dan kasus pemberian keterangan palsu perkara korupsi e-KTP yang menjerat Markus Nari.Dalam pemeriksaan pertama Yorrys mengakui dalam pemeriksaan penyidik mencecar terkait Ketua Partai Golkar Setya Novanto hingga Miryam S Haryani.Markus dijadikan tersangka karena diduga menekan Miryam S Haryani untuk tidak mengakui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam proses penyidikan. Dalam proses penekanan terhadap Miryam itu, diduga Rudi yang merupakan mantan pengacara Setya Novanto meminta Miryam untuk mencabut BAP di persidangan.
Yorrys sebut ada pembahasan revisi UU KPK hingga Pansus angket di Partai Golkar
Yorrys mengatakan, dalam pemeriksaannya tadi terkait kapasitasnya sebagai Ketua Koordinator Bidang Polhukam Partai Golkar saat itu. Kemudian Yorrys mengatakan Rudi Alfonso memiliki hubungan erat terkait kasus e-KTP.
Advertisement
Rekomendasi