Ribuan warga Palembang nobar film G30S/PKI di bantaran Sungai Musi

Panitia menyiapkan hidangan tradisional untuk dinikmati secara gratis. Misalnya, ubi rebus, pisang rebus, kacang rebus, dan jagung rebus. Tak lupa disediakan juga air mineral di setiap sudut.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Ribuan warga Palembang nobar film G30S/PKI di bantaran Sungai Musi
Nobar film G30S/PKI di Sungai Musi. ©2017 Merdeka.com

Ribuan warga Palembang memenuhi pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) untuk menonton film Pengkhianatan Gerakan 30 September PKI atau G30S/PKI, Sabtu (2/9) malam. Nobar di bantaran Sungai Musi itu digelar oleh Kodam II Sriwijaya.Panitia menyiapkan tiga layar besar, satu di depan panggung utama dan dua unit di belakang. Dengan khidmat, anak-anak, dewasa, pria dan wanita, menonton sambil duduk berbaris rapi.Uniknya, panitia menyiapkan hidangan tradisional untuk dinikmati secara gratis. Misalnya, ubi rebus, pisang rebus, kacang rebus, dan jagung rebus. Tak lupa disediakan juga air mineral di setiap sudut.


Nobar film G30S/PKI di Sungai Musi ©2017 Merdeka.com

Nobar dihadiri langsung Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto S beserta pejabat teras Pemerintah Kota Palembang. Pangdam menegaskan, nobar ini untuk mengingatkan semua warga, khususnya generasi penerus bangsa terhadap sejarah bangsa Indonesia, tragedi kekejaman dan pengkhianatan PKI. "Ideologi komunis atau apapun yang bertentangan dengan Pancasila harus dilibas. Komunis adalah bahaya laten yang bisa saja muncul kembali dan harus diwaspadai," ungkap Pangdam.Film G30S/PKI ternyata sudah lama dirindukan sejak dihentikan pemutaran di layar televisi belasan tahun lalu. Sebab, film itu menumbuhkan jiwa patriotisme terhadap negara dan mengingatkan kembali bahaya laten gerakan komunis itu."Dulu ditunggu-tunggu sampai tidak tidur biar bisa nonton, walaupun sudah sering diputar tapi tak bosan menontonnya. Kami minta setiap tahun diputar lagi," kata Herman (48), warga Kertapati Palembang.

Rekomendasi