Ibunda Rosita Asih, Wijiati terus menanyakan kepada putrinya perihal uang tabungan Rp 42,7 juta yang hilang. Karena itu, keluarga mendatangi wali murid untuk meminta uang yang sudah disetorkan.Namun akibat desakan ibunya itu, Rosita sempat melakukan aksi nekat mengonsumsi obat-obatan yang disertai minuman bersoda. Beruntung aksinya itu tidak sampai berdampak lebih buruk."Sumpek saya tanya terus. Dia tertekan, di dalam kamarnya ada P******, botol S*****, C**," kata Wijiati, Kamis (22/6).Wijiati mengaku sempat membawa putrinya ke klinik, tetapi karena suasana akan Lebaran akhirnya dibawa pulang. Selain itu, dia juga kesulitan pembiayaan."Ini akan Riyoyo (Lebaran), bingung juga biayanya," katanya.Wijiati berkeyakinan anaknya sudah setor tabungan sebesar Rp 42,7 juta ke wali murid. Pihaknya akan terus menagih uang tersebut ke MTS Negeri Tumpang.Pihak sekolah sendiri mengaku tidak pernah menerima setoran sebesar yang ditagihkan. Berdasarkan buku tabungan hanya tercantum Rp 135 ribu.
Tertekan ditanya soal tabungan Rp 42 juta, Rosita coba bunuh diri
Wijianti mendesak anaknya, Rosita Asih untuk bercerita soal uang tabungan Rp 42,7 juta. Wijianti bersikukuh nominal tabungan milik Rosita sebesar Rp 42,7 juta, ini berdasarkan catatan yang dia rekap. Namun pihak sekolah membantah, dan menegaskan uang tabungan Rosita hanya Rp 135 ribu berdasarkan hasil rekapan.
Advertisement
Rekomendasi