Di Pasar Pramuka, Djarot ditodong pedagang tak lakukan penggusuran

Di Pasar Pramuka, Djarot ditodong pedagang tak lakukan penggusuran. Djarot memastikan tidak ada pedagang yang akan digusur. Sebab, yang ada hanya penataan pasar. Di sela blusukannya, Djarot menyempatkan diri membeli dua ekor burung Kenari.

Adriana Megawati
Oleh Adriana Megawati - Reporter
Di Pasar Pramuka, Djarot ditodong pedagang tak lakukan penggusuran
Djarot di Pasar Pramuka. ©2016 Merdeka.com

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, memutuskan tetap blusukan meski ada demo di Jakarta. Djarot mengunjungi Pasar Burung yang terletak di kawasan Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur.Di hadapan pedagang, dia berjanji jika kembali terpilih akan melakukan revitalisasi agar bersih dan nyaman saat dikunjungi para pembeli."Kita revitalisasi supaya Pasar Burung ini, jauh lebih baik lagi, terintergrasi dengan kawasan yang di sini. Sehingga butuh renovasi secara menyeluruh," tutur Djarot kepada awak media usai blusukan di Pasar Burung, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (4/10).Djarot yakin jika ditata lebih baik, banyak orang akan berkunjung ke Pasar Pramuka. Sebaliknya, jika kondisinya masih semrawut seperti saat ini, pastinya orang malas berkunjung."Ketika suasananya tidak nyaman, panas. Padahal di sini harus bersih. Bahaya kalau ada (unggas) yang sakit. Inilah sebetulnya bentuk dari pengembangan ekonomi kerakyatan. Mulai dari membuat sangkar, mengolah pakan, memelihara dan menangkar burung. Dan ekonomi bisa berputar di sini secara maksimal," kata Djarot.Dikatakannya, pihaknya akan mengundang PD Pasar Jaya untuk melakukan revitalisasi. Konsepnya, pasar akan dibuat terintegrasi, antara tempat penjualan burung dan penjualan obat di Pasar Pramuka.Di sela blusukannya, Djarot menyempatkan diri membeli dua ekor burung Kenari."Harganya satu Rp 200.000, jadi beli dua," tutur Djarot kepada penjual.Kepada pedagang, Djarot berbagi cerita soal hobinya mengoleksi burung."Kakatua ono opo ora (ada enggak)?" tanya Djarot kembali kepada pedagang tersebut yang bernama Joko (53)"Enggak ada Pak," jawab seorang pedagang."Aku wae nduwe (punya), mosok ora ono to mas? (Beneran tidak punya burung Kakatua?)," tanya Djarot kembali.Walaupun suasana lorong masuk pasar burung tersebut sangat sempit dan berbau kotoran burung, Djarot terlihat ceria menyapa para pedagang di pasar burung tersebut. Para pedagang menyambut antusias kedatangan Djarot di pasar tersebut. Usai dari Pasar Burung, Djarot blusukan di Pasar Obat. Pada Djarot, pedagang meminta lapak dagangnya tak digusur."Pak, tolong kalau terpilih kembali pikirkan nasib kami, jangan digusur. Kami ingin tetap dagang di sini," kata Alex (44) kepada Djarot.Djarot memastikan tidak ada pedagang yang akan digusur. Sebab, yang ada hanya penataan pasar."Pak, kita mau tata pasar ini, mau ditata, mau kasih lebih baik," lanjutnya.Sebelum pulang, Djarot mengingatkan pedagang tak menjual obat ilegal. Sebab, pemerintah serta kepolisian siap bertindak jika ada pedagang yang menjual obat-obatan ilegal."Tapi mau melindungi warga dari obat ilegal, tolong kasih tau sama teman-teman," pungkas Djarot.

Rekomendasi