Ketua Umum Pengurus Besar Mathlaul Anwar (PBMA) KH Ahmad Syadeli Karim menyesalkan sikap anggota Satpol PP yang merazia warung makan milik Eni (53) di Serang, Banten, Jumat (10/6) lalu. Ahmad Syadeli menyalahkan pemerintah daerah karena tidak melakukan upaya preventif terlebih dahulu. "Sebenarnya kalau dari awal preventif, jadi tidak begitu, tidak diacak-acak," kata Ahmad Syadeli di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (13/6).Satpol PP, menurut Ahmad Syadeli, hanya menjalankan peraturan pemerintah daerah. Jika pedagang tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan, maka tugas Satpol PP memperingatkan. Manakala tidak mengindahkan peringatan maka terjadilah penyitaan. Secara terpisah, Ketua Umum Gema Mathlaul Anwar, Ahmad Nawawi mengatakan apa pun alasannya sikap Satpol PP terhadap Eni sangat represif. "Apa pun alasannya, itu tidak dibenarkan. Mengenai orang berusaha kan, dia kan juga lagi berusaha. Kalau memang puasa atau tidak puasa, itu kan urusan privat," ujar Ahmad Nawawi."Boleh (berdagang), boleh kalau menurut saya. Itu pilihan orang. Dia mau datang ke warteg atau nggak, itu kan pilihan orang," sambungnya. Menurut Ahmad Nawawi, pemerintah seharusnya membiarkan saja warga yang berdagang. Mengingat tidak semua warga berpuasa. "Kita yang berpuasa menghargai juga orang yang tidak puasa. Orang juga kan perlu makan, kan ada yang tidak puasa juga," tuntasnya.
Mathlaul Anwar sesalkan penyitaan sajian warteg di Serang Banten
"Sebenarnya kalau dari awal preventif, jadi tidak begitu, tidak diacak-acak," kata Ahmad Syadeli di Kantor Presiden.
Advertisement
Rekomendasi