Keluarga almarhum Falya Raafan Blegur, balita korban malapraktik RS Awal Bros, mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Metro Jaya, Selasa (12/1). Kedatangan keluarga terkait hasil autopsi Falya yang sampai saat ini belum diterima.
"Autopsi kan saya dijanjiin 10-12 hari tapi sampai saat ini saya belum tahu hasilnya seperti apa," kata Ayah korban, Ibrahim Blegur.
Ibrahim heran kasus kematian anaknya belum menunjukkan perkembangan. Polisi dan Dinas Kesehatan seolah menutupi kasus ini. Padahal sudah 8 orang saksi diperiksa terkait kasus ini.
"Total sudah delapan saksi yang diperiksa dari RS Awal Bros. Semua sudah sampai pada pemeriksaan dokter yang menandatangani surat kematian anak saya," kata Ibrahim.
Ibrahim mengaku sudah bertemu langsung dengan Kasubdit Sumdaling Polda Metro Jaya AKBP Ade Vivid. Dari pertemuannya tersebut, kata dia, pihak Polda menegaskan tidak bisa diintervensi dalam bentuk apapun. Polisi berjanji mengungkap tersangka dan menuntaskan kasus ini.
Kuasa Hukum korban, M. Ihsan mengaku belum mendapatkan informasi terkait kepastian kasus ini bisa naik ke meja pengadilan. Padahal penyelidikan kasus itu sudah berjalan berbulan-bulan.
"Nah kami ingin tahu dari penyidik apakah proses pemeriksaan saksi dan bukti dianggap cukup," ungkap Ihsan.
"Kami belum dapat informasi kapan kasus ini dibawa ke pengadilan, bagaimana kasus ini di proses. Kami ingin mengetahui bagaimana posisi kasus ini," tutupnya.
Untuk diketahui, Falya Raafani Blegur, bocah berusia 1,2 tahun dikabarkan meninggal setelah disuntik di Rumah Sakit Awal Bros yang berada di Jalan KH Noer Alie (Kalimalang), Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada akhir November 2015.
Pihak Rumah Sakit Awal Bros membantah dugaan malapraktik dalam penanganan seorang pasien, Falya Raffani Blegur (14 bulan). Mereka menyangkal Falya meninggal akibat pemberian obat antibiotik.
"Dari hasil audit komite medik, ditemukan bahwa penyebab perburukan tersebut bukan dikarenakan reaksi alergi (anafilaktik) dari obat antibiotik yang diberikan," kata juru bicara RS Awal Bros, Kuncoro Wibowo, dalam jumpa pers kepada wartawan di Hotel Horison, Jumat (4/12).