Ibrahim Blegur, ayah bayi Falya Raafani Blegeur (1) yang meninggal diduga akibat malapraktik, menilai ada perbedaan dalam penanganan jenazah anaknya oleh pihak RS Awal Bros, Bekasi.
Ibrahim membandingkan dengan penanganan orangtuanya yang meninggal di rumah sakit yang sama."Waktu orang tua, ayah saya meninggal hanya dikasih kafan dan hanya saya yang kawal. Berbeda 180 derajat perlakuan dengan anak saya. Ambulans-nya pun dikawal dengan empat perawat," katanya ketika ditanyai wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/11).Dia juga menambahkan saat anaknya dirawat, pihak rumah sakit hanya meminta membayar deposit sebesar Rp 1,5 juta. Biaya yang tertera di kuitansi sebesar Rp 38 juta, kata dia, bahkan tidak diperkenankan untuk dibayar dengan alasan pihak keluarga hanya mengurus jenazah.Dia juga mengatakan perlakuan yang diberikan pihak rumah sakit sangat buruk. "Anak saya kaya binatang, disodorin surat kematian, langsung suruh bawa pulang," lanjutnya.Sebelumnya pada tanggal 28 Oktober 2015 Falya dibawa ke RS Awal Bros. Awalnya kondisi korban lemas, dokter yang menangani bayi Falya mengatakan bahwa korban hanya lemas.Keesokan harinya pukul 13.00 WIB diberikan antibiotik, kemudian kondisi Falya bengkak dengan suhu badan dingin, perut membuncit, sedikit bercak merah di badan dan busa di mulut. Kemudian pada tanggal 1 November 2015 Falya menghembuskan napas terakhir.