Keluarga korban jatuhnya pesawat Hercules C 130 di Medan, Sumatera Utara, kecewa dengan lambannya proses pemulangan jenazah. Meski sudah dikenali sejak kemarin, jenazah belum juga diproses untuk dikeluarkan dari kamar mayat."Ya kecewa lah. Dengan alasan prosedur, keponakan kami tidak bisa bisa diberangkatkan," kata Mikhael Asak Sirait (46), warga Medan, paman dari 2 korban yang sudah dikenali.Mikhael mengaku kecewa karena dua keponakannya, yaitu Ester Yosephin Sihombing (17) dan Rita Yunita (14), sudah dikenali sejak pukul 10.00 WIB kemarin. Meski begitu, hingga 08.45 WIB tadi jenazah belum juga keluar dari kamar mayat RSUP H Adam Malik. "Saya sendiri yang mengenalinya kemarin. Pakaiannya lengkap kecuali alas kakinya yang tidak ada," jelasnya.Ester dan Rita merupakan dua penumpang pesawat pesawat C130 yang jatuh di Medan. Mereka ingin pulang ke rumah ayahnya Serda Sahata Sihombing yang bertugas sebagai Babinsa di Natuna.Bukan hanya Mikhel, kekecewaan juga dirasakan keluarga Yenti Arizona (36), warga Bukit Raya, Pekan Baru, Riau. Perempuan ini kecewa karena dua putranya Rezki Budi Perkasa (20) dan Renaldi Wadianto (15) juga belum bisa dikeluarkan meski sudah dikenali sejak pukul 11.00 kemarin.Dia mengenali langsung kedua putranya karena tubuh dan pakaian serta dompet mereka masih utuh. "Kantong 91 sama 93 itu anak saya. Saya masih ingat. Kemarin saya ditelepon orang AU minta supaya dimandikan sore kemarin supaya bisa dibawa ke (Lanud) Soewondo agar pagi ini bisa diberangkatkan. Ternyata tidak. Sampai sekarang belum jelas. Padahal keluarga sudah menunggu di Pekanbaru," kata Yenti.Baik Yenti maupun Mikhael masih berharap anak dan keponakannya bisa segera keluar. "Kami berharap bisa diberangkatkan hari ini juga," sebut Yenti.
Keluarga kecewa, pemulangan jenazah korban Hercules terlalu lama
"Ya kecewalah. Dengan alasan prosedur, keponakan kami tidak bisa bisa diberangkatkan," kata Mikhael Asak Sirait (46).
Advertisement
Rekomendasi