Sebuah kejadian menggemparkan Universitas Sumatera Utara. Sebab, seorang mahasiswi berprestasi di kampus itu, Alpiana boru Ambarita (21 tahun), ditemukan tewas tergantung di kamar indekosnya.Perempuan asal Parapat ini diduga bunuh diri. Tak pelak peristiwa itu membuat geger. Alpiana merupakan mahasiswi semester IV Fakultas Hukum USU. Prestasinya mengilap lantaran Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)-nya mencapai 4.00 pada semester terakhir. Dia juga merupakan salah seorang mahasiswi yang mengikuti pertukaran mahasiswa ke Universitas Hasanuddin, Makassar.Jasad Alpiana ditemukan di kamar indekosnya di Jalan Djamin Ginting Gang Ganefo, Minggu (17/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Jenazahnya pertama kali ditemukan teman satu kamarnya, Amanda (21 tahun).Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi dilakukan polisi, Alpiana diduga bunuh diri."Motifnya masih kita dalami, termasuk soal dugaan pemicunya soal percintaan. Itu masih kita dalami," kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Nicholas Sidabutar, saat dihubungi merdeka.com.Ronni mengatakan, setelah ditemukan, jasad Alpiana dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut. Namun, pihak keluarga menolak autopsi. Mereka hanya meneken surat pernyataan tidak akan menuntut di kemudian hari. "Jenazahnya sudah dibawa keluarganya siang tadi," sambung Ronni.
Advertisement
Masalah percintaan diduga menjadi motif Alpiana boru Ambarita (21 tahun) nekat mengakhiri hidupnya. Temannya mengaku pernah mendengar mahasiswi semester IV Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara itu mengeluhkan persoalan asmara.Seorang teman kosnya mengatakan, Alpiana baru beberapa bulan tinggal di sana. Menurut dia, terakhir kali melihat Alpiana sekitar pukul 19.00 WIB dengan wajah murung."Saya merasa aneh, biasanya kawan kita itu suka menegur. Tapi begitu pulang kemarin, dia murung saja, wajahnya kelihatan marah dan langsung masuk kamar," kata seorang penghuni kos menolak menyebutkan namanya.Sekitar pukul 22.00 WIB, Amanda (21 tahun), teman satu kamar Alpiana pulang. Tapi pintu kamar dikunci dari dalam dan tak ada sahutan ketika dipanggil.Penghuni kos akhirnya membuka jendela dan menemukan Alpiana sudah tewas tergantung di balik pintu. "Kami semua panik dan tak menyangka," ujar perempuan itu.
Advertisement
Alpiana boru Ambarita selama ini dikenal sebagai sosok sederhana. Dia juga tidak pernah bermasalah dengan penghuni indekos lain. Bahkan, rekannya mengaku terpukul atas kejadian itu."Kami tidak menyangka. Dia orangnya biasa saja, kan dari kampung, buka seperti mahasiswi sok gaul. Anaknya santai, pendiam dan tak banyak omong. Kami mengenalnya sebagai siswa berprestasi dengan IPK di atas rata-rata," kata teman kos Alpiana enggan disebutkan namanya.Dia menduga, Alpiana nekat mengakhiri hidupnya terkait soal asmara. "Kawan-kawan cerita dia sempat mengeluh pacaran membuat kuliahnya terganggu. Apalagi mereka sering tak cocok dan selalu ribut. Tapi kami belum tahu motif pasti dia bunuh diri itu," ucapnya.
Advertisement
Kematian Alpiana sontak menggemparkan tempatnya menuntut ilmu. Dekan Fakultas Hukum USU, Prof. Dr. Runtung Sitepu, juga mengaku terkejut mendapat kabar salah satu mahasiswi terbaiknya ditemukan tewas tergantung.Runtung bahkan menyempatkan diri melihat langsung jasad Alpiana saat masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut. "Saya bertemu dengan teman-temannya, terkhusus teman Alpiana yang berangkat pertukaran mahasiswa di Unhas Makassar," kata Runtung.Guru besar hukum ini juga mendapat cerita Alpiana sempat mengeluh pada temannya pacaran sangat mengganggu kuliahnya. Tetapi, dia tidak mendapat informasi mendetail mengenai persoalan itu."Cuma dibilangnya pacaran mengganggu kosentrasi kuliah. Saya sudah cek tak ada faktor dari kampus karena anaknya pintar," ujar Runtung.