Kematian Alpiana boru Ambarita (21 tahun), mahasiswi semester IV Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, sontak menggemparkan tempatnya menuntut ilmu. Dekan Fakultas Hukum USU, Prof. Dr. Runtung Sitepu, juga mengaku terkejut mendapat kabar salah satu mahasiswi terbaiknya ditemukan tewas tergantung.Runtung bahkan langsung melihat jasad Alpiana di RS Bhayangkara Polda Sumut. "Saya bertemu dengan teman-temannya, terkhusus teman Alpiana yang berangkat pertukaran mahasiswa di Unhas Makasar," kata Runtung di Medan, Senin (18/5).Guru besar hukum ini juga mendapat cerita Alpiana sempat mengeluh pada temannya pacaran sangat mengganggu kuliahnya. Tetapi, dia tidak mendapat informasi mendetail mengenai persoalan itu."Cuma dibilangnya pacaran mengganggu konsentrasi kuliah. Saya sudah cek tak ada faktor dari kampus karena anaknya pintar," ujar Runtung.Jenazah Alpiana ditemukan di kamar indekosnya di Jalan Djamin Ginting Gang Ganefo, Minggu (17/5) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Jasadnya pertama kali ditemukan teman satu kamarnya, Amanda (21).Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan polisi, Alpiana diduga bunuh diri."Motifnya masih kita dalami, termasuk soal dugaan pemicunya soal percintaan. Itu masih kita dalami," kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Nicholas Sidabutar, saat dihubungi merdeka.com, Senin (18/5).Ronni mengatakan, setelah ditemukan, jasad Alpiana dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut. Namun, pihak keluarga menolak autopsi. Mereka menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut di belakang hari. "Jenazahnya sudah dibawa keluarganya siang tadi," sambung Ronni.
Mahasiswi USU diduga bunuh diri bikin gempar almamater
Sang dekan menyempatkan diri melihat jasad anak didiknya. Dia mengaku terkejut atas peristiwa itu.
Advertisement
Rekomendasi