Warga korban gusuran Cililitan sebut Pangdam Jaya ingkar janji

Mereka pun ngotot untuk mempertahankan rumahnya dari serbuan aparat memblokir jalan.

Dharmawan Sutanto
Oleh Dharmawan Sutanto - Reporter
Warga korban gusuran Cililitan sebut Pangdam Jaya ingkar janji
Warga Batalyon Siliwangi tolak penggusuran. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Warga Kompleks Batalyon Siliwangi di Cililitan, Jakarta Timur, menolak digusur aparat Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta. Mereka pun ngotot untuk mempertahankan rumahnya dari serbuan aparat dengan berbagai cara."Namanya warga mau mempertahankan rumahnya. Lalu terjadi lah aksi dorong-dorong," kata warga Kompleks Batalyon Siliwangi, Aneta (53) di lokasi, Kamis (8/1).Aneta beralasan, dia dan keluarganya tetap bertahan karena berpegang dengan janji yang diungkapkan Pangdam Jaya usai kebakaran yang menimpa kompleks tersebut. Ketika itu, Pangdam mempersilakan warga untuk tetap tinggal dan membangun kembali rumahnya.Dia menyebut Pangdam telah ingkar janji. "Kita sudah korban kebakaran berbulan-bulan, lalu kita bangun biar tidur enak tapi ternyata kena pembongkaran juga. Padahal, Pangdam pernah bilang, warga bangun aja lagi. Tenang," keluh dia.Dalam bentrokan tersebut, 12 orang warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena pentungan dan tendangan aparat. Sembilan di antaranya sudah dilarikan ke RS terdekat untuk menjalani perawatan medis, sedangkan sisanya masih bertahan.

Rekomendasi