Ormas Islam di Surabaya gelar tabligh akbar penutupan Dolly

Gabungan ormas Islam yang di komandoi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim itu tabligh akbar di depan Gedung Grahadi.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah- Reporter
Ormas Islam di Surabaya gelar tabligh akbar penutupan Dolly
Ormas Islam gelar tabligh akbar penutupan Dolly. ©2014 Merdeka.com

Seluruh Ormas Islam dibawa komando Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, menggelar tabligh akbar di depan Gedung Grahadi Surabaya, Rabu siang (18/6). Aksi tersebut dilakukan untuk mendukung penutupan Gang Dolly dan Jarak, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

 

Gabungan Ormas Islam, seperti Hizbut Tahrir Indonesia, Front Pembela Islam (FPI), Muhammadiyah, Nadlatul Ulama dan beberapa ormas lain yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) itu, datang dan berkumpul di depan Gedung Grahadi, tepatnya di Taman Apsari atau tepat di bawah Patung Gubernur Suryo, sekitar pukul 13.00 WIB.Mereka datang membawa berbagai poster dan spanduk dengan berbagai tulisan terkait dukungan penutupan Dolly dan Jarak oleh Pemkot Surabaya. Salah satu tulisan spanduk itu seperti: Maju Terus Pantang Mundur Tutup Dolly, dengan background gambar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.Deklarasi penutupan sendiri, dilakukan di Gedung Islamic Center Jalan Dukuh Kupang, Surabaya pada pukul 19.00 WIB nanti.Sementara itu, pada tabligh akbar penutupan lokalisasi Dolly di Gedung Grahadi, hadir pula ikut berpanas-panasan, Ketua MUI Jawa Timur, KH Abdussomad Buchori, Ketua Ikatan Dai Area Lokalisasi (IDIAL), Sunarto dan beberapa tokoh yang lain.Sekertaris MUI Jawa Timur, Muhammad Yunus, dalam orasinya terus mengkondisikan massa yang datang. "Saudara-saudara mari kita segera berkumpul. Kita di sini untuk menggelar tabligh akbar penutupan lokalisasi. Jangan menginjak-injak taman, jangan membuang sampah sembarangan. Kita jaga kebersihan Kota Surabaya ini," kata Yunus memberi instruksi."Kota Surabaya adalah kota religius, Kota Surabaya adalah tempat Sunan Ampel menyebarkan agama Islam, maka tidak pantas masih ada prostitusi di Surabaya, Dolly harus ditutup," lanjut dia.Selain berorasi, beberapa ulama dan da'i juga diberi kesempatan untuk berorasi, secara bergantian di atas mimbar tausiah. "Kita di sini untuk menggelar Tablik Akbar. Kita bukan untuk memusuhi mereka (warga Dolly), kita berdo'a agar mereka segera menemukan pekerjaan yang baik, marilah kita mulai momentum penutupan lokalisasi ini dengan Basmallah," kata salah satu da'i dalam tausiah singkatnya.Dakwah singkat para ustad dan da'i ini juga disambut gema takbir dari masa yang hadir. Mereka meneriakkan kalimat takbir secara serempak sambil terus mendengar tausiah.Ustad Nur Hidayat juga tak mau ketinggalan menyampaikan orasinya. "Allahu Akbar, Allahu Akbar. Hari ini kita mengawali penutupan lokalisasi. Insya Allah saudara kita akan ditolong oleh Allah. Kita tidak untuk memusuhi, tapi untuk mendo'akan mereka agar mendapat pertolongan Allah. Insya Allah, Allah akan memberi pertolongan kepada kita semua," kata Nur Hidayat, yang disambut gema takbir.

Rekomendasi