Pihak Kepolisian Polda Metro Jaya menggelar rekontruksi pembunuhan Ade Sarah yang berlangsung di lapangan parkir depan Dirkrimsus Polda Metro Jaya. Namun, terlihat ada pemandangan berbeda yaitu Ayahanda korban, Suroto memperhatikan betul setiap detail rekontruksi dan mengabadikan lewat kamera foto.Pantauan merdeka.com, Kamis (3/4), Suroto berkeliling memutari garis polisi pada saat rekontruksi dilakukan oleh pasangan sejoli Hafiz dan Syifa.Dengan mata berkaca-kaca namun cukup tegar, Suroto duduk bersilang kaki di atas trotoar parkir mobil dekat rekonstruksi berlangsung. Sambil minum air, Suroto kembali memutar adegan rekonstruksi yang sempat diabadikannya. Lelah pun terpancar dari raut muka Suroto. Rasa sedih dan duka masih dirasakannya."Luka ya sudah luka, dihapus sekalipun masih tetap ada. Tapi saya ikhlas," kata Suroto ketika ditemui di lokasi, Kamis (3/4).Saat memutar maju mundur gambar foto, Suroto pun mengaku sengaja membawa kamera foto jenis Nikon dengan 18 kali zoom spesial cool pix untuk mengabadikan rekonstruksi tersebut. Namun saat merekam, rasa sedih atas kehilangan seorang putri kembali menikam hatinya. "Enggak lah kami sudah ikhlas," kata Suroto berusaha tegar.Lanjut Suroto, dirinya sengaja membawa kamera tersebut agar pihak keluarganya yang tidak bisa hadir dapat melihat kejadian rekontruksi pembunuhan putri tunggal kesayangannya."Bawa (kamera) ya buat dokumentasi saja. Mau disimpan saja fotonya nanti buat dilihat aja. Buat lihat bagaimana pelaku jahatin anak saya. Sekalipun gak detail ya gak apa," jelas Suroto.Sementara itu, dari adegan rekonstruksi terdapat total 40 adegan. Adegan mulai dari kedua pelaku menghubungi korban terus janji bertemu di stasiun Gondangdia sampai pelaku menutupi jenazah dengan koran dilakukan kedua pelaku.
Ayah Ade Sarah memotret adegan rekontruksi pembunuhan anaknya
Suroto sengaja membawa kamera agar keluarga yang tidak bisa hadir dapat melihat rekontruksi pembunuh putri tunggalnya.
Advertisement
Rekomendasi