Miing: Pengamanan museum harus lebih canggih dari Bank Indonesia

Dia juga mengkritik minimnya anggaran kebudayaan untuk sektor yang disediakan pemerintah.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Miing: Pengamanan museum harus lebih canggih dari Bank Indonesia
Museum Gajah. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Empat lempeng emas peninggalan era kerajaan Mataram dan Majapahit, telah dicuri orang tak dikenal dari salah satu ruangan di Museum Gajah, Jalan Merdeka Barat Jakarta. Pencuri masuk dengan membobol pintu ruangan dan pintu etalase yang dijadikan tempat penyimpanan benda-benda bersejarah itu.Anggota Komisi X DPR, Dedi Gumelar sangat menyesalkan peristiwa pencurian benda bersejarah ini. Menurut dia, negara tak memiliki visi kebudayaan karena kecilnya anggaran yang dialokasikan untuk sektor kebudayaan."Saya selalu mengatakan ketika politik anggaran kebudayaan terlalu kecil termasuk untuk sektor museum, maka ini indikator negara tidak memiliki tentang visi kebudayaan yang katanya dengan peninggalan peradaban," jelas Politikus yang akrab disapa Miing lewat keterangan tertulis, Jumat (13/9).Menurut politisi asal PDI Perjuangan (PDIP) ini berpendapat, segala bentuk nilai budaya dan peninggalan sejarah yang ada di Indonesia harusnya disertai dengan pengamanan yang luar biasa hebat. Bahkan ia meminta agar pengamanan museum lebih canggih ketimbang pengamanan yang ada di Bank Indonesia."Keamanan museum tingkat kemampuannya berbeda dengan Sumber Daya Manusia sekuriti di tempat lain. Bahkan keamanannya harus lebih canggih dari penjaga Bank Indonesia atau yang menjaga gudang uang sekalipun," tegas dia.Sebab, lanjut dia, peninggalan dari para pelaku sejarah tidak bisa digantikan dan sangat bernilai harganya ketimbang uang yang notabene dapat dicari dan diganti."Uang bisa dicarikan gantinya kalau hilang dan tidak mungkin dicuri satu gudang. Tapi peninggalan budaya dan peradaban tidak bisa diulang sebagai warisan anak cucu," imbuh mantan anggota grup lawak Bagito ini.Miing berharap pemerintah dan manajemen pengelola museum belajar dari kasus ini dan memperketat pengamanan gedung. Termasuk akses ke luar negeri."Karena pencurian barang-barang bersejarah ini banyak penadahnya di luar negeri," jelasnya.

Rekomendasi