Anggota Timwas Century dari Fraksi PKS DPR, Fahri Hamzah, berang lantaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak menghadiri rapat di Gedung DPR. Fahri menyebut alasan ketidakhadiran Ketua KPK Abraham samad dan pimpinan lainnya hanya omong kosong.
"Hanya menyurati last minute, dengan alasan yang terkesan omong kosong," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (22/5).
Menurut Fahri, KPK berusaha menghindar dari upaya merekonstruksi yang baik dan terbuka terhadap kasus bailout Bank Century yang merugikan negara Rp 6,7 triliun.
"Sebenarnya itu sudah sangat detail. Tapi sampai saat ini FPJP (fasilitas pendanaan jangka pendek) belum tersentuh. Abraham meminta penundaan dengan alasan yang selalu begitu. Ini sudah masuk dari pokok perkara, seperti itu," kata Fahri.
Usai rapat Century ditutup tanpa hasil memuaskan, Fahri kemudian memimpin rapat Timwas Century kecil. Dalam kesepakatan awal, Timwas Century berniat mendatangi KPK. Namun, rencana tersebut tidak mendapat persetujuan anggota Dewan.
Rencananya, tanggal 29 Mei depan Timwas Century mengagendakan pemanggilan ulang kepada pimpinan KPK.
"KPK jangan memutar-mutar kasus ini di tempat lain, sementara yang sudah ditemukan BPK tidak dimasukkan. Rapat dimajukan pekan depan ya 29 Mei," terang Fahri.
Sebelumnya, melalui surat yang diteken Abraham Samad, KPK menolak menghadiri rapat Timwas Century hari ini. Alasannya, materi pembahasan rapat merupakan materi perkara yang sedang disidik KPK.
"Dengan demikian, agenda acara tersebut telah memasuki ruang lingkup pokok perkara yang sedang dilakukan penyidikan oleh KPK," demikian bunyi surat KPK yang dikirim ke DPR.